Benarkah Sering Makan Telur Bikin Bisulan? Ahli Gizi Bilang Begini

Benarkah Sering Makan Telur Bikin Bisulan? Ahli Gizi Bilang Begini

Sonia Basoni - detikSumut
Senin, 27 Jul 2026 08:30 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Makan Telur
Foto: iStockphoto/Getty Images/hxyume
Medan -

Banyak orang masih percaya telur menjadi salah satu penyebab munculnya bisul, terutama jika dikonsumsi terlalu sering. Anggapan ini bahkan kerap membuat sebagian orang membatasi makan telur, meski makanan tersebut dikenal sebagai sumber protein yang mudah diperoleh dan diolah.

Anggapan ini kembali ramai diperbincangkan setelah Kepala BGN Sudaryono menyampaikan hal itu setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7), Sudaryono membagikan kisah masa kecilnya yang terbiasa mengonsumsi telur hingga mengaku mengalami bisulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman pribadi itu disampaikannya saat menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sudaryono menceritakan bahwa dirinya tumbuh di Grobogan, Jawa Tengah. Sejak kecil ia terbiasa makan telur karena keluarganya memelihara ayam. Saat itu, ikan bukan makanan yang mudah didapat karena daerah tempat tinggalnya jauh dari pantai.

ADVERTISEMENT

"Saya sendiri anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah, dan saya selalu makan itu sampai, maaf, sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," ujar Sudaryono.

Namun, benarkah telur secara langsung bisa memicu bisul? Ahli gizi menjelaskan bahwa munculnya bisul tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan kebiasaan makan telur, karena ada sejumlah faktor lain yang lebih berperan terhadap kondisi tersebut.

"Ini mitos yang perlu diluruskan. Telur mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino esensial yang lengkap, vitamin A, vitamin B12, dan kolin yang dibutuhkan tubuh. Protein justru mendukung perbaikan jaringan serta fungsi sistem imun, bukan memicu terbentuknya bisul," ujar Ahli gizi Siti Soraya dikutip detikFood.


Siti bilang bisul disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan karena makanan tertentu. Jika bisul muncul setelah mengonsumsi telur, hal itu bisa saja hanya terjadi secara bersamaan karena infeksi bakteri membutuhkan waktu beberapa hari hingga berkembang.

Selain itu, sebagian kecil orang memang dapat mengalami alergi telur, tetapi reaksi yang muncul umumnya berupa ruam atau gatal, bukan bisul.

"Penting untuk membedakan reaksi alergi dengan infeksi kulit karena mekanisme dan penanganannya sangat berbeda. Alergi telur merupakan reaksi sistem imun terhadap protein dalam putih atau kuning telur. Gejala biasanya muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelah konsumsi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ahli gizi Siti Soraya menerangkan bahwa pembatasan konsumsi telur hanya diperlukan pada kondisi tertentu, seperti seseorang yang telah didiagnosis memiliki alergi telur.

Di luar kondisi tersebut, telur tetap menjadi salah satu sumber protein hewani yang baik karena kaya akan zat gizi penting untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh dan proses penyembuhan jaringan.

"Jadi intinya telur tidak menyebabkan bisulan. Konsumsi telur termasuk dalam jumlah cukup banyak tidak terbukti menyebabkan bisulan. Bisul merupakan infeksi bakteri. Dari sisi gizi, telur justru merupakan sumber protein dan berbagai mikronutrien penting yang mendukung fungsi imun dan penyembuhan jaringan," pungkas Siti Soraya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video PERSAGI Ungkap Ketimpangan Pangan: Daerah Produksi, Kota Menikmati"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads