Menu Sarapan yang Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Yuk Dicek!

Menu Sarapan yang Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Yuk Dicek!

Devandra Abi Prasetyo - detikSumut
Jumat, 24 Jul 2026 21:21 WIB
Close-up of female having tasty and nutritious Thai morning meal sitting at breakfast table
Ilustrasi sarapan. (Foto: Getty Images/AJ_Watt)
Jakarta -

Sarapan sering dikatakan sebagai waktu makan terpenting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Namun, tidak semua pilihan menu sarapan memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan.

Beberapa menu sarapan yang rutin menjadi pilihan, tanpa disadari dapat berisiko bagi kesehatan jantung. Makanan-makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, hingga rendah serat sebaiknya perlu menjadi perhatian.

Menu Sarapan yang Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

1. Menu Tinggi Natrium

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikHealth dari Eating Well, dokter spesialis jantung Robert Segel, MD sejumlah makanan memang diam-diam mengandung natrium tersembunyi seperti sosis asin, kornet.

"Asupan natrium yang tinggi menyebabkan retensi cairan, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko gagal jantung," kata Segel.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari laman Kemenkes, beberapa makanan yang mungkin menjadi pilihan sarapan dan tinggi garam, seperti telur asin atau ikan asin atau makanan diawetkan (seperti makanan kemasan atau siap saji) sebaiknya harus dibatasi.

Penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium mungkin 19 persen lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan orang yang mengikuti pola makan rendah natrium.

Kelebihan natrium mengganggu fungsi sistem yang mengatur tekanan darah (disebut sistem renin-angiotensin) dan bikin jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

2. Menu Tinggi Lemak Jenuh

Beberapa produk daging olahan juga tak hanya tinggi garam, namun kaya akan lemak jenuh sehingga berisiko meningkatkan kolesterol jahat. Studi menunjukkan, mengkonsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu bisa menaikkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen.

3. Menu Rendah Serat

Kalau menu sarapan yang dipilih rendah serat, ini mungkin lebih berisiko terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang. Meskipun seluruh serat bermanfaat, serat larut merupakan yang terbaik untuk kesehatan jantung.

Serat ditemukan dalam makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Walaupun serat paling dikenal karena menjaga sistem pencernaan tetap teratur, serat juga menawarkan perlindungan terhadap penyakit jantung dan diabetes.



(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads