Indonesia Kekurangan 5 Ribu Dokter Spesialis Jantung

Nafilah Sri Sagita K - detikSumut
Kamis, 23 Jul 2026 10:39 WIB
Foto: Getty Images/Pornpak Khunatorn
Medan -

Indonesia saat ini kekurangan lebih dari 5 ribu dokter jantung dan pembuluh darah (SpJP). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun kini tengah mempercepat pemenuhan dokter spesialis jantung, khususnya yang memiliki kompetensi kardiologi intervensi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini pemerintah tengah masif mendistribusikan alat laboratorium kateterisasi (cath lab) ke berbagai daerah. Hanya diakui Budi, keterbatasan tenaga ahli dinilai menjadi tantangan terbesar agar layanan jantung dapat berjalan optimal.

"Begitu alat-alat ini terpasang, masalah yang paling berat adalah masalah tenaganya," katanya dikutip detikHealth, Kamis (23/7/2026).

Budi menyebut jumlah dokter SpJP dengan kompetensi kardiologi intervensi meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam enam tahun terakhir. Pada 2020, Indonesia hanya memiliki 99 dokter dengan kompetensi tersebut. Angka itu kini bertambah menjadi 414 dokter pada 2026 atau meningkat sebanyak 315 orang.

Menkes Budi menyebut percepatan pemenuhan dokter spesialis jantung menjadi salah satu yang tercepat dibandingkan kelompok dokter spesialis lainnya.

Meski begitu, kebutuhan dokter jantung di Indonesia masih jauh dari terpenuhi. Berdasarkan proyeksi Kemenkes pada 2026, Indonesia membutuhkan sekitar 6.801 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Namun, jumlah yang tersedia saat ini baru mencapai 1.639 dokter sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 5.162 dokter.

Tak hanya jumlah yang masih minim, distribusi dokter jantung juga belum merata. Sebanyak 63,8 persen dokter spesialis jantung masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.



Simak Video "Video: Divisi Kardiologi Anak RSCM Kecewa dr Piprim Dimutasi Tanpa Diskusi"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB