Dua kapal tangker minyak meledak saat melintasi 'jalur pelayaran yang tidak aman' di bagian selatan Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut yang meledak itu tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Dilansir detikNews dari Anadolu Agency dan Reuters, keputusan kapal tangker melintasi jalur tak aman karena berada di bawah tekanan militer Amerika Serikat (AS). Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7) dini hari waktu setempat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya menyebut, ada empat kapal yang awalnya mengabaikan peringatan Iran dan bertindak dengan dukungan AS. Dua kapal di antaranya, sebut IRGC, kemudian meninggalkan jalur tersebut, namun dua kapal lainnya tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa selama "agresi AS" terus berlanjut di kawasan tersebut, jalur pelayaran strategis itu tidak akan aman untuk transit kapal-kapal yang mengangkut pupuk, minyak, atau gas.
"Kapal-kapal yang terpengaruh oleh kata-kata pihak Amerika dan memasuki rute yang tidak aman, pasti akan mengalami kecelakaan," tegas IRGC dalam peringatannya.
Lebih lanjut, IRGC mengatakan bahwa militer AS harus bersiap untuk menghadapi pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran ilegal" ini.
Asal negara dan nama kapal yang dilanda insiden itu tidak diketahui secara jelas.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya mengatakan bahwa otoritas militer melaporkan sebuah kapal terbakar di perairan yang berjarak 8 mil laut, atau setara 14,8 kilometer, sebelah barat laut Kumzar, Oman. Penyebab kebakaran kapal itu belum dipastikan secara jelas.
Insiden ini terjadi saat ketegangan semakin meningkat di Selat Hormuz, di mana Iran dan AS saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis dan vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut.
Beberapa pekan terakhir, Teheran dan Washington kembali saling melancarkan serangan menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.
Pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara Teluk.
Pertempuran yang kembali berkobar ini menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.
Simak Video "Video Korsel Geram Kapal Kargo HMM Namu Diserang di Hormuz"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
