7 Tentara Iran Tewas, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban Serangan AS

Internasional

7 Tentara Iran Tewas, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban Serangan AS

Rita Uli Hutapea - detikSumut
Rabu, 15 Jul 2026 19:02 WIB
AS-Iran Saling Serang, Trump Berlakukan Blokade Laut
Ilustrasi Iran-AS Saling Serang (Foto: DW News)
Jakarta -

Sebanyak tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah rudal Amerika Serikat menghantam sebuah barak militer di Kota Bampur, dekat Iranshahr, Iran tenggara, pada Rabu (15/7) dini hari waktu setempat. Di saat yang sama, serangan AS dalam beberapa hari terakhir juga dilaporkan menewaskan lebih dari 30 warga sipil di wilayah selatan Iran.

Dilansir detikNews dari AFP, Rabu (15/7/2026), Angkatan Darat Iran melalui kantor berita IRNA menyatakan sebanyak 13 rudal menghantam kompleks barak tersebut. Serangan disebut menyasar fasilitas akomodasi, wisma tamu, serta pos penjagaan dalam "upaya untuk menimbulkan banyak korban."

Secara terpisah, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengungkapkan melalui media sosial X bahwa rentetan serangan AS di kawasan selatan Iran dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan lebih dari 30 warga sipil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," tulis Mohajerani, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Di sisi lain, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran sekaligus menerapkan kembali blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Situasi ini terjadi setelah gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 17 Juni antara kedua negara runtuh. Ketegangan kini kembali memanas dengan fokus utama pada perebutan kendali Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan kepada Fox News pada Selasa (14/7) bahwa Washington akan memperluas serangan terhadap Iran pada pekan depan dengan menyasar pembangkit listrik dan jembatan apabila Teheran tidak mencapai kesepakatan.

Iran Bersumpah Membalas

Meski serangan yang dilancarkan berskala besar, militer Iran menyebut sistem pertahanan pasif yang diterapkan berhasil menekan jumlah korban. Mereka menyatakan tujuh personel yang gugur merupakan anggota Brigade Iranshahr ke-388, sementara sejumlah tentara lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan medis.

Militer Iran juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai "serangan pengecut" terhadap fasilitas akomodasi militer dan menegaskan akan memberikan balasan.

"Pembalasan atas darah suci para martir ini pasti dan akan segera terjadi, dan Tentara Republik Islam Iran, dengan bantuan Tuhan dan dukungan dari angkatan bersenjata lainnya, akan memberikan respons yang tegas terhadap tindakan agresif musuh Amerika ini," kata militer Iran, dilansir Turkiye Today, Rabu (15/7/2026).

Serangan terbaru ini semakin memperburuk hubungan Washington dan Teheran yang memanas akibat sengketa di Selat Hormuz. Kedua negara terus saling melancarkan serangan meski sebelumnya telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads