Jambore Nasional Sekolah Minggu, Ephorus Ajak Ratusan Anak Cintai Keluarga dan Alam

Jambore Nasional Sekolah Minggu, Ephorus Ajak Ratusan Anak Cintai Keluarga dan Alam

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 26 Jun 2026 17:01 WIB
Pembukaan Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu 2026 di Sipoholon.
Pembukaan Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu 2026 di Sipoholon. (Foto: Istimewa)
Medan -

Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan resmi membuka Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu 2026 di Sipoholon. Ephorus mengajak anak-anak untuk mencintai keluarga dan juga alam.

Pembukaan jambore itu dilakukan pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan berskala nasional ini mempertemukan 517 anak sekolah minggu dan 58 guru pembina dari berbagai distrik untuk mengikuti pembinaan karakter dan spiritualitas selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juni 2026.

Menyongsong visi besar Indonesia Emas 2050, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengambil langkah nyata dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang takut akan Tuhan. Kegiatan bertema "Pelita" ini menjadi wadah pembentukan karakter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini juga berkaitan dengan orientasi pelayanan HKBP 2026, pengajaran iman di tengah keluarga. Dengan pemahaman bahwa keluarga adalah sekolah pertama iman dan karakter," kata Ephorus, Jumat (26/6).

Ephorus juga menanamkan fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan masa depan. Dibantu oleh Pdt Marcia Silaen, Ephorus mengajak seluruh anak sekolah minggu untuk mengikrarkan lima tekad penting, yakni mengasihi Tuhan, menghormati orang tua, mengasihi adik, mencintai alam dan mencintai HKBP.

ADVERTISEMENT

"Kelima tekad ini selaras dengan pilar pembangunan sumber daya manusia yang beradab dan peduli lingkungan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia," sebutnya.

Dalam khotbah ibadah pembukaan yang didasarkan pada Matius 5:14-16, Praeses Distrik XXI Banten, Pdt Sumihar Sinaga, mengarahkan anak-anak agar menjadi pembawa terang yang menghidupi Hukum Taurat kelima di tengah keluarga.

Khotbah ini mengiringi prosesi masuk yang sarat makna, di mana anak-anak berjalan berpasangan dengan praeses dan pelayan tahbisan, membawa simbol-simbol iman seperti Alkitab, salib, lilin, dan lampu semprong, serta disapa oleh maskot acara bernama 'Pelita' melalui layar videotron.

Ketua Umum Jambore Nasional, Desy Nainggolan, menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ajang kumpul bersama. Jambore dirancang sebagai wadah pembinaan iman, pengembangan karakter Kristiani, serta ajang membangun persahabatan yang sehat.

"Melalui Jambore Nasional ini, HKBP berharap setiap anak yang hadir dapat dipersatukan, bertumbuh, dan kelak tampil sebagai terang yang membawa dampak positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa," ujarnya.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads