Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, dilaporkan ke polisi buntut ceramah tentang mati syahid dalam kasus dugaan penistaan agama. Ephorus HKBP Victor Tinambunan mengapresiasi juru bicara JK memberikan klarifikasi dan menilai klarifikasi itu menjernihkan suasana.
"Sabtu, 11 April, dan Minggu, 12 April lalu, unggahan saya berisi permohonan klarifikasi. Saya sangat mengapresiasi adanya klarifikasi tersebut, terlepas dari ada atau tidaknya kaitan dengan permintaan yang saya sampaikan. Dalam suasana yang penuh dinamika, klarifikasi dari juru bicara Bapak Jusuf Kalla hadir sebagai penjernih keadaan," kata Victor Tinambunan dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Dalam penjelasan Jubir JK, keterangan yang tersebar luas itu di media tidaklah utuh dan terlepas dari konteks. Victor menyambut penjelasan itu dengan lapang dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disampaikan bahwa pernyataan yang sebelumnya beredar luas di berbagai media tidaklah utuh, melainkan terlepas dari konteks yang sebenarnya. Pak JK justru mau menekankan jangan terjadi saling menyakiti apalagi saling membunuh antar sesama umat beragama. Kita patut menyambut penjelasan ini dengan sikap lapang dada dan saling memahami," ucapnya.
"Baru saja saya mendapatkan rekaman ceramah itu yang berdurasi 43 menit 10 detik dan sudah mendengarkan secara lengkap. Di menit 29 pernyataan beliau sangat penting. Di Islam dan di Kristen tidak ada ajaran yang mengatakan bahwa membunuh orang tak bersalah masuk surga," imbuhnya.
Victor mengajak menutup perdebatan dengan adanya klarifikasi yang disampaikan Jubir JK. Victor mengimbau untuk mengalihkan perhatian untuk membangun kemajuan bangsa.
"Dengan adanya klarifikasi tersebut, kiranya ruang perdebatan dapat kita tutup dengan bijaksana. Saatnya kita mengalihkan perhatian pada hal-hal yang lebih bermakna, yaitu membangun kemajuan bangsa dan mempererat persaudaraan sebagai sesama anak negeri," ujarnya.
Di hadapan kita terbentang begitu banyak tantangan yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama. Kesejahteraan masyarakat dan kebaikan bangsa tidak akan terwujud tanpa kebersamaan. Rukun dalam perbedaan, saling menghargai dalam keberagaman, serta bersatu hati dalam niat dan tindakan itulah kunci untuk melangkah maju. Mari kita jaga semangat persatuan ini, menumbuhkan harapan, dan terus berkontribusi dengan cara terbaik demi masa depan bangsa yang lebih baik," tuturnya.
Untuk diketahui, JK dilaporkan ke polisi oleh berbagai pihak soal video ceramahnya. Pihak JK pun memberikan klarifikasi jika video yang tersebar itu dipotong dan terlepas dari konteksnya.
Simak Video "Video JK: Kasih Tahu Semua 'Termul' Itu, Jokowi Jadi Presiden karena Saya! "
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
