Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Bumi Jika Berada Dalam Gedung Bertingkat

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Selasa, 09 Jun 2026 01:02 WIB
Ilustrasi keselamatan saat gempa (Foto: Istock)
Medan -

Kepanikan sering kali melanda masyarakat ketika guncangan gempa bumi terjadi secara tiba-tiba. Bagi warga yang sedang berada di dalam rumah tapak, pilihan terbaik yang biasa diambil adalah langsung meninggalkan aktivitas dan berlari ke luar luar rumah untuk menghindari potensi reruntuhan.

Namun, apa yang harus dilakukan jika Anda berada di lantai atas sebuah gedung bertingkat, seperti perkantoran, mall, atau apartemen? Melarikan diri ke luar gedung tentu akan memakan waktu dan dapat menyebabkan risiko baru akibat kerumunan.

Sebenarnya, bangunan modern saat ini sudah dirancang dengan protokol keamanan yang ketat. Berdasarkan penelitian akademik yang ditulis oleh Tristiadi Ardi Ardani dalam jurnalnya berjudul Upaya Penyelamatan Diri dalam Kondisi Darurat di Gedung Bertingkat/Fasilitas Umum ditinjau dari Keberadaan Sarana Navigasi Kognitif dan Self Efficacy, sebuah gedung bertingkat tinggi harus memenuhi standar keamanan dan keselamatan dari berbagai ancaman, termasuk kemampuan untuk menahan guncangan gempa bumi

Agar Anda tetap terjaga dari bahaya dan mengambil langkah yang tepat, mari kita lihat panduan mengenai cara menyelamatkan diri dari gempa bumi di dalam gedung bertingkat berikut ini!

1. Terapkan Metode Drop, Cover, and Hold On

Langkah pertama dan yang paling penting saat merasakan guncangan adalah jangan terburu-buru untuk berlari. Segera lakukan metode keselamatan internasional ini:

  • Drop (Merunduk): Jatuhkan tubuh Anda ke posisi bersujud di atas tangan dan lutut agar tidak terjatuh akibat guncangan.
  • Cover (Lindungi): Segera cari perlindungan di bawah meja yang kuat untuk melindungi kepala dan leher dari material plafon atau kaca yang jatuh.
  • Hold On (Bertahan): Pegang kaki meja tersebut dengan erat sampai segala guncangan gempa benar-benar berakhir.

2. Jauhkan Diri dari Kaca Jendela dan Dinding Eksterior

Desain arsitektur gedung tinggi masa kini memang dibuat dengan fleksibilitas untuk menahan gempa. Namun, kaca pada jendela dan elemen dinding luar sangat mudah pecah atau terjatuh akibat tekanan dari getaran. Hindarilah area dekat kaca untuk mencegah cedera serius.

3. Jangan Sekali-kali Menggunakan Lift

Ini merupakan prinsip utama di dalam bangunan bertingkat. Saat terjadinya gempa, biasanya sumber listrik utama akan mati secara otomatis demi keselamatan. Jika Anda tetap mencoba menggunakan lift, ada kemungkinan besar Anda akan terjebak di dalam kabin lift ketika berada di tengah antara lantai.

4. Gunakan Fasilitas Evakuasi Pasif (Tangga Darurat)

Setelah guncangan utama reda, segera keluar dengan tertib. Setiap bangunan tinggi yang baik seharusnya dilengkapi dengan Sistem Penanggulangan Darurat Pasif, meliputi:

Tanda EXIT atau KELUAR. Ikuti petunjuk arah lampu darurat menuju pintu evakuasi terdekat.

Atau bisa melalui tangga darurat, ini adalah lokasi paling aman di dalam bangunan karena dindingnya dirancang tahan api, tahan asap, dan memiliki struktur beton yang lebih kuat untuk menahan kemungkinan keruntuhan.

Tapi pada umunya gedung bertingkat memiliki Sistem Penanggulangan Aktif (seperti detektor panas/asap otomatis dan sistem penyiram air) serta Alarm Tanda Bahaya untuk memandu penghuni agar dapat keluar dengan aman tanpa mengalami kekacauan atau kepanikan massal.

Inilah panduan penting tentang cara melindungi diri dari gempa saat berada di dalam gedung tinggi. Apabila kamu berada di lantai atas, mengenali fungsi tangga darurat dan petunjuk navigasi evakuasi di sekitarmu adalah hal wajib untuk menyelamatkan diri.

Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com.



Simak Video "Video: Momen Kepanikan Warga San Marcos Meksiko saat Diguncang Gempa M 6,5"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork