Tinjau Dampak Bencana di Tanah Datar, Menteri PU: Perbaikan Irigasi Prioritas

Karya Merah Putih

Tinjau Dampak Bencana di Tanah Datar, Menteri PU: Perbaikan Irigasi Prioritas

Jeka - detikSumut
Kamis, 21 Mei 2026 20:20 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjai lokasi terdampak bencana di Tanah Datar (Jeka Kampai/detikcom)
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjai lokasi terdampak bencana di Tanah Datar (Jeka Kampai/detikcom)
Tanah Datar -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau dampak bencana banjir dan tanah longsor sejumlah lokasi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dody menyebut, penanganan pasca bencana akan menjadi prioritas, terutama berkaitan dengan perbaikan irigasi di titik terdampak.

Dody awalnya menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan. Hal itu dilakukan demi memastikan konektivitas serta aliran irigasi segera pulih.

"Irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana kemarin penanganannya kini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, sesuai Instruksi Presiden. Terutama karena saat ini sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi harus diprioritaskan," kata Dody di Sungai Batang Tampo, Tanah Datar, Kamis (21/6/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir terjadi akibat curah hujan ekstrem yang mencapai 215 mm/hari di wilayah Lintau Buo. Tingginya debit air menyebabkan sejumlah sungai di DAS Indragiri meluap di antaranya Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Kawai, Batang Buo, Batang Selo, Batang Atar, hingga Batang Baburai. Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi dan penyempitan alur sungai.

ADVERTISEMENT

Bencana ini berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru. Sebanyak 16 nagari/desa terdampak dengan kerusakan pada berbagai infrastruktur, di antaranya 12 ruas jalan rusak berat, 13 ruas jalan rusak ringan, enam jembatan putus, serta kerusakan pada jaringan irigasi, dam parit, pompa air, rumah ibadah, dan permukiman warga.

Untuk mendukung penanganan darurat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah mengerahkan tiga unit alat berat excavator, material bronjong, serta melakukan mobilisasi pipa HDPE. Penanganan difokuskan pada normalisasi alur sungai, penguatan tebing yang tergerus, dan pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan.

Kementerian PU juga terus melakukan inventarisasi kerusakan dan menyiapkan langkah rehabilitasi pascabencana bersama pemerintah daerah. Penanganan jangka menengah dan panjang akan diarahkan pada pengendalian sedimentasi sungai, peningkatan kapasitas alur sungai, serta penguatan infrastruktur pengendali banjir untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap bencana hidrometeorologi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Wujud Nyata Nindya Karya untuk Negeri dalam Bangun Sekolah Rakyat"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads