Menteri PU Minta Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya Dikebut

Karya Merah Putih

Menteri PU Minta Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya Dikebut

Jeka Kampai - detikSumut
Rabu, 06 Mei 2026 23:47 WIB
Menteri PUΒ Dodi Hanggodo saat meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya (Jeka Kampai/detikSumut)
Foto: Menteri PUΒ Dodi Hanggodo saat meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya (Jeka Kampai/detikSumut)
Dharmasraya -

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau progres pembagunan sekolah rakyat (SR) di Jorong Muaro Mau, Dharmasraya, Sumatera Barat. Ia meminta agar proses pembangunan dikebut.

Dody menyebut pembangunan sekolah rakyat di Dharmasraya rampung sebelum akhir Juni 2026 mendatang. Menurut dia, target pembangunan sekolah rakyat di seluruh Indonesia sama yakni selesai Juni mendatang.

"Semua targetnya sama, Juni 2026 sesuai dengan masa tahun ajaran baru," kata Dody di Dharmasraya, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara keseluruhan, kata dia, pengerjaan sekolah rakyat telah mencapai 50 persen. Khusus sekolah rakyat di Dharmasraya itu, progres pengerjaan fisik gedung sekolah baru mencapai sembilan persen karena sebelumnya beberapa titik lahan dalam kondisi lempung sehingga harus dilakukan pengerasan.

ADVERTISEMENT

"Di Indonesia itu ada 93 unit, secara keseluruhan pengerjaan telah mencapai 50 persen atau 60 persen itu bagus, di mana rata-rata sekarang sudah di 50 persen," jelasnya.

"Jadi untuk ini sekolah rakyat di Dharmasraya kita kejar, mudah-mudahan per hari bisa minimum dua persen untuk mengejar pada 20 Juni selesai. Kalau tidak bisa karena hujan atau apanya, saya minta itu dikebut. Jadi kalau misalnya hari ini tertinggal pengerjaan setengah persen artinya besok harus dua setengah persen," lanjut dia.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah tenda hingga gedung-gedung pemerintah yang tidak terpakai untuk dimanfaatkan sebagai lokasi penginapan sementara para pekerja konstruksi sekolah rakyat. Langkah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian pembangunan program pemerintah tersebut.

"Mereka dalam waktu singkat itu mendatangkan banyak pekerja, sehingga membutuhkan tempat-tempat atau tenda-tenda untuk pekerja. Jadi tidak saja dari Dinas Sosial Pemkab tetapi juga dari kepolisian juga meminjamkan tenda. Dan kalau ada aset-aset Pemda kita juga pinjam pakaikan untuk mereka bisa membangun tenda-tendanya, karena mereka mendatangkan kurang lebih dua ribu pekerja dan itu tentu bagus bagi ekonomi Dharmasraya," kata Caca.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads