Bisa Ganggu Kesehatan Fisik, Psikolog Beberkan Tips Tangani Masalah Psikis

Bisa Ganggu Kesehatan Fisik, Psikolog Beberkan Tips Tangani Masalah Psikis

Rindi Antika - detikSumut
Jumat, 08 Mei 2026 16:10 WIB
A woman is sitting at a desk with a laptop and a stack of papers. She is looking at the laptop and she is in a state of distress
Ilustrasi kesehatan (Foto: Getty Images/Wasana Kunpol)
Medan -

Kelelahan mental ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Psikolog memberikan tips atasi kelelahan psikis agar tidak menjadi penyakit fisik.

Psikolog Klinis, Sairah membenarkan bahwa kondisi psikis berhubungan dengan kondisi fisik dan memberikan pengaruh yang besar. Saat seseorang mengalami stres, maka dapat berpotensi menyebabkan penyakit pada fisik.

"Iya, tentunya kondisi fisik sama kondisi psikologis itu saling berhubungan, pengaruhnya ya tentu sangat besar. Pikiran dan tubuh itu saling terhubung, Ketika seseorang mengalami stres, cemas, takut, atau perasaan sedih yang berkepanjangan, dan adanya tekanan mental pasti itu juga akan mempengaruhi respon tubuh. Nah, hal inilah yang kadang menyebabkan berbagai datang penyakit. Nah, penyakit fisik itu mempengaruhi kondisi mental-psikis, kondisi psikis berat itu juga mempengaruhi kondisi fisik," ujarnya saat diwawancarai detikSumut, Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sairah menyebut kondisi kelelahan akibat bekerja yang biasa terjadi di negara maju sudah mulai dialami masyarakat Indonesia. Tekanan hidup dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental yang dapat berujung kepada bunuh diri.

"Kalau dibilang tidak terjadi, sekarang sudah terjadi ya. Bahwa ternyata tekanan hidup itu yang membuat terjadinya banyak gangguan mental arahnya sampai suicide yang ada di Indonesia. Nggak hanya di Indonesia, artinya di beberapa negara juga menjadi itu tinggi apa prevalensi tentang bunuh diri. Mungkin kalau untuk budaya kerja dan tekanan tinggi yang ada di negara-negara maju itu kan memang lebih besar ya, sebagai tantangannya itu sangat besar sehingga adanya kerja berlebihan yang membuat ketika tidak sanggup, akhirnya memilih dengan kematian," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Sairah menyebutkan bahwa ada dua hal penting yang berkaitan dengan kesehatan mental, yaitu hubungan secara horizontal dengan Tuhan, dan secara vertikal dengan manusia. Untuk itu kenapa hubungan sosial menjadi penting demi menjaga kesehatan mental.

"Kalau dibilang kesehatan mental itu punya dua kaitan, punya hubungan horizontal dengan Tuhan dan juga punya hubungan vertikal juga dengan manusia. Jadi terkait manusia ini, hubungan sosial itu penting untuk menjaga kesehatan mental kita. Makanya penting sekali adanya punya hubungan keluarga yang bagus, rekan kerja yang baik, dan juga lingkungannya itu positif," jelasnya.

Lebih lanjut, Sairah menyebut bahwa seseorang harus dapat menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Tujuan bekerja tidak hanya mengejar apa yang ada di dunia, melainkan harus seimbang.

"Kemudian juga harus bisa menjaga ya, keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Ada hal-hal terkait tujuan hidup itu juga perlu diperjelas lagi bahwa apalagi kita ya sebagai manusia yang beragama, orientasinya nggak bisa hanya duniawi saja tetapi juga ada akhirat, itu juga perlu menjadi perhatian sehingga bisa balance untuk kesehatan mental kita," lanjutnya.

Selain itu, Sairah menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kondisi mental dan fisik. Untuk kesehatan fisik bisa dengan memperbaiki pola hidup, sedangkan untuk kesehatan mental, Sairah menyebut pentingnya bercerita tentang apa yang kita alami kepada orang terdekat kita.

"Kemudian membangun ini apa, sistem imun tubuh itu ya dengan tentunya dengan pola hidup, pola makan yang teratur, olahraga. Itu sebenarnya membantu membantu untuk bisa lebih balance psikis dan fisik ya. Kemudian juga ketika sudah ada hal-hal yang sangat mengganggu maka jangan segan untuk segera berbagi, bercerita juga dengan orang-orang terdekat, pun kalau diperlukan bisa datang ke profesional," tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads