Hari Buruh atau May Day diperingati pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya. Momen ini bukan sekadar hari libur biasa, melainkan simbol perjuangan panjang kaum pekerja dalam menuntut hak-hak dasar.
Dibalik perayaannya terdapat sejarah kelam, pengorbanan, dan perubahan besar dalam dunia ketenagakerjaan global. Berikut ini sejarah dari Hari Buruh Internasional.
Sejarah Hari Buruh Internasional
Dilansir dari UCLA College, sejarah Hari Buruh bermula pada akhir abad ke 19 di Amerika Serikat. Pada tahun 1884, sebuah federasi serikat pekerja nasional mengumumkan kampanye untuk menetapkan waktu kerja delapan jam pada tanggal 1 Mei 1886.
Para pekerja di berbagai kota di Amerika Utara lalu melakukan mogok kerja menjelang tanggal tersebut. Hal itu menjadi salah satu periode kerusuhan pekerja terbesar dan paling bergejolak pada era itu.
Pada Mei 1886, polisi di Chicago menembak para pekerja yang mogok. Tindakan itu mendorong para aktivis untuk mengorganisir protes di Haymarket Square di kota itu.
Sebuah bom meledak ketika protes berlangsung, menewaskan seorang polisi dan m
elukai yang lain. Kala itu polisi melepaskan tembakan ke arah kerumunan, hingga mengakibatkan kematian dan luka-luka, baik polisi maupun para demonstran.
Delapan demonstran ditangkap karena dinilai menghasut. Pengadilan kemudian mengeksekusi tujuh dari delapan orang tersebut, yang dianggap sebagai sebuah ketidakadilan oleh banyak orang.
Setelah tahun 1886, kelompok buruh internasional dan pendukung sosialis mendukung 1 Mei dijadikan sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day.
Di sejumlah negara di dunia, "Para Martir Chicago" masih memperingati Hari Buruh Internasional. Namun di AS, perayaan May Day jadi kurang umum sejak puncak Perang Dingin.
Simak Video "Video Dasco soal RUU PPRT Akan Disahkan: Hadiah Hari Kartini dan Mayday"
(mjy/mjy)