Gegara Tak Diberi Uang, Pria di Pati Nekat Bakar Rumah Orang Tuanya

Regional

Gegara Tak Diberi Uang, Pria di Pati Nekat Bakar Rumah Orang Tuanya

Dian Utoro Aji - detikSumut
Minggu, 14 Jun 2026 11:01 WIB
Anak pembakar rumah orang tua di Sukolilo, Pati, Sabtu (13/6/2026).
Foto: dok. Polsek Sukolilo
Jakarta -

Seorang pria berinisial MI (27), warga Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, diamankan polisi setelah diduga membakar rumah milik orang tuanya sendiri. Aksi tersebut diduga dipicu karena permintaannya untuk mendapatkan uang dari orang tua tidak dikabulkan.

"Rumah dibakar oleh anak kandungnya sendiri, MI (27)," kata Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan melansir detikJateng, Minggu (14/6/2026).

Rumah yang menjadi sasaran pembakaran diketahui milik M (60), warga Dukuh Krasak, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo. Menurut Sahlan, peristiwa itu terungkap setelah warga melihat kebakaran di rumah korban pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 22.40 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Api menyambar anyaman bambu atau gedek di sekitar dapur hingga menimbulkan kobaran api yang semakin membesar," jelasnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api secara gotong royong sambil menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh.

ADVERTISEMENT

"Api dipadamkan dan dilanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa," jelasnya.

Akibat insiden itu, bagian dapur rumah beserta sejumlah perabotan mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Kerugian materi yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta," terang dia.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa pelaku pembakaran merupakan anak kandung pemilik rumah. Dugaan sementara, tindakan tersebut dipicu oleh perselisihan antara pelaku dan orang tuanya terkait permintaan uang yang tidak dipenuhi.

"Kebakaran ini ternyata diduga dipicu adanya perselisihan antara korban dengan anak kandungnya. Sebelum kejadian, pelaku disebut meminta sejumlah uang kepada ayahnya, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi sehingga memicu emosi pelaku," jelasnya.

Pelaku diketahui berencana merantau ke Sulawesi pada Rabu (17/6) mendatang. Rencana tersebut diduga berkaitan dengan permintaan uang yang kemudian memicu pertengkaran dengan orang tuanya.

"Pelaku ini berencana meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Sulawesi pada Rabu (17/6) mendatang. Dugaan sementara, keinginan tersebut berkaitan dengan permintaan uang yang diajukan kepada orang tuanya sebelum akhirnya terjadi perselisihan yang berujung pada insiden kebakaran," jelas Sahlan.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng, baca selengkapnya di sini.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads