Kenapa 1 Mei Diperingati sebagai Hari Buruh? Ini Sejarahnya

Kenapa 1 Mei Diperingati sebagai Hari Buruh? Ini Sejarahnya

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB
Hari Buruh Internasional 1 Mei dalam kalender
Foto: Ilustrasi Hari Buruh (freepik/Freepik)
Palembang -

Setiap 1 Mei, buruh di seluruh dunia memperingati Hari Buruh atau May Day. Peringatan ini bukan sekadar hari libur belaka, melainkan sebagai simbol perjuangan pekerja dalam menuntut hak atas kehidupan yang layak.

Di balik peringatannya, Hari Buruh memiliki sejarah kelam yang menjadi tonggak lahirnya solidaritas buruh di berbagai negara. Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai sejarah Hari Buruh 1 Mei.

Sejarah Hari Buruh 1 Mei

Dilansir dari laman Universitas Siber Asia, awalnya May Day merupakan perayaan untuk merayakan pergantian musim, terutama musim semi di belahan bumi utara. Namun, pada abad ke-19, May Day kemudian berkembang menjadi Hari Buruh Internasional yang tumbuh dari gerakan buruh untuk hak-hak pekerja. Gerakan ini bertujuan untuk mengakhiri kondisi kerja yang buruk dan jam kerja panjang yang mengakibatkan kematian ribuan orang setiap tahunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja di seluruh Amerika Serikat melakukan mogok kerja dalam mendukung tuntutan jam kerja. Bahkan di hari-hari berikutnya, semakin banyak pekerja yang ikut bergabung pada aksi yang sama.

Tetapi, sebuah peristiwa kelam terjadi pada tahun yang sama di Chicago, peristiwa tersebut dinamakan tragedi Haymarket, di mana insiden ini merupakan bentrokan antara polisi dan pekerja yang mengakibatkan banyak orang tewas, terluka, dan juga menimbulkan gelombang represi terhadap gerakan buruh.

ADVERTISEMENT

Hal ini yang kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan buruh. yang berperan dalam memperkuat solidaritas seluruh buruh di dunia. Gerakan ini pun dengan cepat menyebar ke Eropa, hingga pada 1890, terdapat lebih dari 300.000 orang berunjuk rasa ke dalam rapat May Day di London.

Hingga kini, Hari Buruh diperingati di sekitar 66 negara, termasuk Indonesia, sebagai hari libur resmi. Namun, di negara asalnya, Amerika Serikat, peringatan ini tidak dijadikan hari libur nasional. Meski demikian, May Day tetap diperingati sebagai simbol perjuangan hak pekerja dan solidaritas global.

Sejarah dan Penetapan Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Hari Buruh untuk pertama kalinya digelar pada 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee pada masa kolonial. Aksi ini muncul sebagai bentuk kritikan terhadap kebijakan kolonial yang pada masa itu merugikan pekerja, termasuk upah rendah dan kondisi kerja yang tidak layak.

Pasca kemerdekaan, peringatan ini kembali menguat lalu pada 1 Mei 1946, Kabinet Sjahrir mendorong penetapan Hari Buruh secara resmi. Kemudian melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948, buruh diperbolehkan Dari tahun ke tahun, 1 Mei selalu menjadi ajang buruh untuk menuntut hak-haknya, mulai dari:

  • Jam kerja dan upah yang layak
  • Pembayaran upah yang tertunda
  • Hak cuti haid
  • Hak cuti hamil
  • Hak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR)

Demikian informasi mengenai Sejarah Hari Buruh 1 Mei. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads