Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan rasa duka cita atas meninggalkan Muharmizan, petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bengkalis. Ia menyebut almarhum meninggal dunia setelah menjalankan tugas mulia.
"Innalillahi wa innailaihi raji'un. Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara kita, Muharmizan. Beliau adalah pahlawan lingkungan yang gugur dalam tugas mulia demi menjaga daerah kita dari bencana karhutla," kata SF Hariyanto, Selasa (31/1/2026).
SF Hariyanto juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi putra asal Sabak Auk, Siak dan seluruh petugas yang terus berjibaku di lokasi kebakaran. Meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengabdian beliau hingga akhir hayat adalah bukti nyata dedikasi tanpa batas. Kami sangat mengapresiasi keberanian seluruh personel di lapangan. Saya menginstruksikan kepada instansi terkait untuk memastikan seluruh hak almarhum terpenuhi dan memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan," tegasnya.
Saat ini jenazah Muharmizan dievakuasi menggunakan ambulans Desa Palkon menuju ke rumah duka di Sabak Auh, Siak. Sosok Muharmizan dikenal oleh rekan sejawatnya sebagai pribadi yang pekerja keras dan memiliki loyalitas tinggi dalam setiap misi penanggulangan kebakaran.
Kepergiannya meninggalkan celah besar di barisan Daops Siak yang selama ini mengandalkan ketangkasan almarhum di medan gambut. Bahkan peristiwa ini menjadi pengingat bagi publik mengenai risiko besar yang dihadapi para petugas pemadam karhutla yang mempertaruhkan nyawa di tengah panasnya api dan pekatnya asap.
Penanganan karhutla di Riau memang menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Terutama saat menghadapi puncak musim kemarau yang memicu kebakaran hebat di berbagai titik di wilayah pesisir.
Muharmizan wafat di posko saat istirahat setelah seharian berjibaku memadamkan Karhutla di Bengkalis, Senin (30/3) malam. Mizan diduga meninggal dunia kelelahan.
