BMKG Ungkap Penyebab Kekeringan di Kepri, Kelembapan Rendah-Angin Kencang

Kepulauan Riau

BMKG Ungkap Penyebab Kekeringan di Kepri, Kelembapan Rendah-Angin Kencang

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 27 Mar 2026 14:39 WIB
Ilustrasi kekeringan
Foto: Ilustrasi kekeringan.(Getty Images/sakhorn38)
Batam -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengungkap penyebab kekeringan yang melanda wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh rendahnya Kelembapan udara di lapisan atas serta kuatnya kecepatan angin yang menghambat pembentukan awan hujan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Riza Juniarti, menjelaskan bahwa faktor atmosfer tersebut membuat potensi hujan di wilayah Kepri menjadi sangat terbatas.

"Rendahnya Kelembapan udara di lapisan atas dan kuatnya kecepatan angin di wilayah Kepulauan Riau menghambat proses pembentukan awan hujan," kata Riza, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan, sejak awal tahun 2026, khususnya periode Januari hingga Maret, curah hujan di wilayah Kepri memang terpantau cukup rendah. Hal ini turut memperparah kondisi kekeringan yang kini dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.

"Untuk wilayah Kepri memang di awal tahun, Januari sampai Maret 2026, menunjukkan curah hujan yang cukup rendah," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, BMKG juga mencatat adanya potensi fenomena iklim global El Niño yang saat ini berada pada kisaran 50 hingga 60 persen. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap berkurangnya intensitas hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kepri.

"Potensi el nino untuk saat ini masih sekitar 50-60 persen," ujarnya.

Berdasarkan prospek cuaca BMKG, kondisi cerah hingga berawan diperkirakan masih akan mendominasi wilayah Kepri hingga awal April 2026. Meski demikian, terdapat potensi kecil hujan ringan yang bersifat lokal pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026

"Potensi hujan ringan ini di beberapa wilayah seperti Batam, Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Karimun, dan Natuna," ujarnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan berkepanjangan serta kemungkinan munculnya titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir Maret 2026.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di tengah kondisi cuaca kering yang masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

"Waspada munculnya hotspot (Karhutla) akibat kekeringan meteorologis hingga akhir Maret 2026," ujarnya.

(Alamudin Hamapu/Kontributor Kepri)



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads