Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November 2025 menyebabkan 154 jembatan dan 184 ruas jalan di Bener Meriah rusak. Penanganan jalan provinsi disebut lambat sehingga kabupaten harus turun tangan.
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengatakan, ketika baru awal-awal bencana pihaknya melakukan penanganan terhadap jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Kondisi jalan nasional saat ini disebut sudah mulai bagus setelah dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Jalan nasional sudah cantik. Yang lambat sekarang jalan provinsi tapi sudah kita kerjain," kata Tagore kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga sudah membuka akses jalan hingga ke Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama. Sejumlah jembatan rusak juga diperbaiki.
Dia berharap Menteri PU Dody Hanggodo membantu penanganan jalan provinsi dan kabupaten di daerah tersebut. Kerusakan jalan menyebabkan petani kesulitan memasarkan hasil panen kopi, palawija dan lainnya.
"Kalau jalan gak bagus harga kopi yang diperdagangkan turun. Kita kehilangan hampir Rp 600 miliar dalam setahun. Itu baru dari kopi saja," jelas Tagore.
Menteri PU Dody menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto pihaknya akan memprioritaskan penanganan jalan dan jembatan rusak di Aceh. Jalan yang ditangani tidak hanya jalan nasional tapi juga provinsi dan kabupaten.
"Kita akan membantu 154 jembatan dan beberapa jalan provinsi, beberapa jalan kabupaten yang hari ini belum baik lagi," jelas Dody.
"Tadi betul apa yang disampaikan pak Tagore untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan, jalan dan jembatan harus diprioritaskan," lanjutnya.
