Warga Bener Meriah, Aceh menyerbu SPBU, Pertashop dan pedagang eceran untuk membeli BBM dalam jumlah banyak. Sebagian warga bahkan membeli dengan membawa jeriken.
Informasi diperoleh detikSumut, panic buying terjadi pasca beredar pesan berantai yang menyebut BBM terakhir masuk ke daerah itu Jumat. Masyarakat dalam pesan tersebut diminta mengisi penuh BBM ke kendaraan serta dibolehkan membawa jeriken.
BBM jenis pertamax, pertalite, dan solar disebut akan langka kembali. Sementara sembako disebut dalam kondisi aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk berita kekosongan minyak itu hoaks. Sampai saat ini Pertamina masih menyalurkan BBM/BBK," kata Kadis Kominfo Bener Meriah Ilham Abdi dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, warga sempat khawatir BBM tidak masuk karena perang yang terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Ilham mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
"Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang justru dapat memicu antrean panjang yang tidak perlu di lapangan. Informasi resmi terkait ketersediaan energi akan selalu disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi pemerintah dan pihak berwenang," jelas Ilham.
Sebelumnya, antrean BBM terjadi di sejumlah daerah di Aceh. PT Pertamina memastikan stok BBM aman dan meminta warga tidak melakukan penimbunan.
"Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan energi berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Sumatera Bagian Utara dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Fahrougi menjelaskan, Pertamina sudah melakukan berbagai upaya penguatan layanan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut. Langkah tersebut di antaranya melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi.
Langkah itu disebut dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur. Selain itu, Pertamina juga terus menjalankan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi, termasuk optimalisasi distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah operasional termasuk Sumatera Bagian Utara.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri. Berbagai langkah antisipasi telah kami lakukan, mulai dari build up stock, penguatan sarana distribusi, hingga koordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait," jelasnya.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan energi terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik," lanjut Fahrougi.
(agse/dhm)











































