Apakah Orang yang Wafat di Bulan Ramadan Lebih Mulia? Ini Faktanya

Apakah Orang yang Wafat di Bulan Ramadan Lebih Mulia? Ini Faktanya

Tia Kamilla - detikSumut
Selasa, 10 Mar 2026 11:00 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Medan -

Bulan Ramadan dikenal sebagai waktu yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam. Tak heran jika muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa orang yang wafat pada bulan suci ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan waktu lainnya.

Namun, benarkah meninggal dunia di bulan Ramadan otomatis menjadikan seseorang lebih mulia di sisi Allah? Simak penjelasannya di bawah ini.

Dalam hidup ini sesuatu yang pasti adalah kematian. Sebab, semua makhluk yang bernyawa akan mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 185,

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

ADVERTISEMENT

Kullu nafsin żā'iqatul-maut(i), wa innamā tuwaffauna ujūrakum yaumal-qiyāmah(ti), faman zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata faqad fāz(a), wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurūr(i).

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."

Benarkah Orang yang Meninggal di Bulan Ramadan Istimewa?

Sebagian orang beranggapan bahwa meninggal di bulan Ramadan sangat istimewa atau disebut meninggal dalam keadaan baik.

Dikutip detikHikmah, tidak ditemukan dalil khusus yang menyebut bahwa ada keistimewaan bagi seseorang yang wafat di bulan Ramadan.

Meski begitu, terdapat hadits yang menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam keadaan beramal saleh dan selalu beribadah kepada Allah SWT. Dalam buku Keistimewaan Puasa Menurut Syariat & Kedokteran karya Syeikh Mutawalli Sya Rawi, dari Amr bin Murrah al-Juhni dia berujar seseorang dari Qudha'ah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata,

"Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila aku mengucapkan syahadat laa ilaha illallah wa annaka Rasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya kamu adalah utusan Allah), aku salat lima waktu, melakukan puasa Ramadan, mengerjakan ibadah (shalat tarawih) bulan Ramadan dan menunaikan zakat?" Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa yang meninggal dunia seperti ini maka dia termasuk golongan syuhada' dan shiddiqin." (HR. Ibnu Hibban)

Hadits ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang itu tergantung dengan keimanan dan amal ibadah yang dijalankannya.

Sementara itu, dalam buku 800 Hadits Pilihan dan Penjelasannya oleh Syaikh Muhammad Musthafa Imarah dijelaskan bahwa wafat pada bulan Ramadan bisa menjadi keadaan yang baik jika seseorang meninggal saat memiliki banyak amal saleh.

Jadi, yang paling menentukan seseorang meninggal dalam keadaan baik atau mendapatkan keistimewaan bukan karena bulannya, melainkan seberapa banyak amal saleh atau kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan sepanjang hidup di dunia.

Selain itu, Allah SWT pun berulang kali menegaskan dalam Al-Quran bahwa surga diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Salah satunya terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 25,

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Wa basysyiril-lażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal- anhār(u), kullamā ruziqū minhā min ṡamaratir rizqā(n), qālū hāżal-lażī ruziqnā min qablu wa utū bihī mutasyābihā(n), wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidūn(a).

Artinya: "Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, 'Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.' Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya."

Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah kapan seseorang meninggal dunia, melainkan bagaimana selama ini ia menjalani hidupnya. Semoga setiap muslim diberi kesempatan memperbanyak amal saleh dan meraih akhir kehidupan yang diridhai Allah SWT.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Misbakhun: Puasa Menjadikan Kekuatan Untuk Berbuat Lebih Baik"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads