Diam yang Berpahala, Menjaga Lisan saat Ramadan

Cahaya Ramadan

Diam yang Berpahala, Menjaga Lisan saat Ramadan

Finta Rahyuni - detikSumut
Sabtu, 07 Mar 2026 18:00 WIB
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Prof Muzakkir. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Prof Muzakkir. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Menjaga lisan sangat penting untuk dilakukan. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-sehari, selama bulan puasa juga perlu menjaga lisan.

Menjaga ucapan saat berpuasa menjadi bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah puasa. Pasalnya, lisan yang tidak dijaga bisa berpotensi menyakiti orang lain.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muzakkir menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya turut mengingatkan pentingnya menjaga lisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadist tersebut berbunyi:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

ADVERTISEMENT

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam". (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

"Hadis ini memberi nasihat bahwa siapa yang beriman pada Allah dan hari akhirat, hendaklah dia berkata-kata yang baik. Kalau tidak sanggup berkata yang baik, maka sebaiknya diam, itu lebih utama," kata Muzakkir dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Sabtu (7/3/2026).

Muzakkir menjelaskan bahwa jika tidak bisa untuk menjaga lisan, maka lebih baik untuk diam. Menurutnya, pepatah diam adalah emas atau mulutmu harimaumu juga bisa membawa keselamatan, jika memang berbicara akan memberikan mudarat.

"Artinya, ada saatnya, daripada kita memberikan komentar, daripada kita berbicara, dan kita tidak tahu dampak apa yang kita sampaikan, inilah diam yang menjadi pahala," jelasnya.

Namun, jika melihat kebatilan terjadi, kata Muzakkir, umat Islam diwajibkan untuk berbicara dan menyampaikan kebenaran. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk menjaga mata dan pendengarannya.

"Jangan lihat yang tidak perlu dilihat, jaga mata. Jangan dengarkan yang tak perlu didengarkan, jaga telinga. Jangan bicarakan yang tak perlu dibicarakan, ini menjaga mulut, inilah makna diam tadi. Jangan cari tahu yang nggak perlu tahu, puasa itu menahan diri. Filosofi hidup, hiduplah seperti garam, secukupnya saja, kebanyakan garam pun tak enak juga. Maka dalam hidup ini pun jangan berlebihan, secukupnya saja," pungkasnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads