Memasuki 10 hari kedua bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan kebaikan. Fase ini menjadi momen penting untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, serta memaksimalkan pahala sebelum memasuki 10 malam terakhir yang penuh keutamaan.
Ada sejumlah amalan yang dianjurkan agar Ramadan tidak berlalu sia-sia dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan 10 Hari Kedua Bulan Ramadan
Sepuluh hari kedua bulan Ramadan dikenal sebagai fase maghfirah, yakni masa ketika Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Pada fase ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah yang berorientasi pada taubat, pembersihan diri, dan peningkatan kualitas hubungan dengan Allah.
Dikutip detikHikmah dari buku Cukupkan Amalan Agama Pasti Jayalah Akherat karya Beny Harjadi, Manajemen Diri Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat karya Tobari, serta Kamu Jangan Malu Doa - Cobain Aja Dulu, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk diamalkan secara konsisten pada sepuluh hari kedua Ramadan.
1. Memperbanyak Salat Sunnah
Pada fase maghfirah, umat Muslim dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti tahajud, dhuha, rawatib, dan witir. Sholat sunnah menjadi pelengkap salat wajib sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadan dengan satu kebaikan, maka nilainya seperti orang yang melakukan kewajiban di bulan lainnya." (HR Ibnu Khuzaimah)
2. Salat Tarawih dan Salat Berjamaah
Salat Tarawih tetap menjadi amalan utama di malam hari pada sepuluh hari kedua Ramadan. Selain itu, menjaga salat berjamaah, khususnya salat fardhu, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat disiplin spiritual.
"Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya." Rasulullah wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR.Al-Bukhari dan Muslim)
3. Sedekah
Sedekah di bulan Ramadan, khususnya pada fase maghfirah, menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena dapat menghapus dosa dan menumbuhkan kepekaan sosial. Memberi makan orang berpuasa termasuk bentuk sedekah yang memiliki keutamaan besar.
"Rasulullah adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril menemui beliau,..." (HR Bukhari)
4. Itikaf sebagai Persiapan 10 Hari Terakhir
Meski itikaf lebih dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sepuluh hari kedua dapat dimanfaatkan sebagai masa persiapan untuk membiasakan diri berdiam di masjid, memperbanyak ibadah, dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu.
"Sesungguhnya Nabi selalu itikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beritikaf sesudah beliau." (Muttafaqun 'alaih)
Simak Video "Video Daftar Negara yang Mulai Puasa 18 Februari 2026"
(astj/astj)