Keutamaan dan Amalan 10 Hari Kedua Ramadan

Sumatera Selatan

Keutamaan dan Amalan 10 Hari Kedua Ramadan

Rika Amelia - detikSumbagsel
Sabtu, 28 Feb 2026 23:31 WIB
Ilustrasi orang berdoa
Ilustrasi berdoa (Foto: Freepik/freepik)
Palembang -

Bulan suci Ramadan kini memasuki fase maghfirah, yaitu waktu penuh ampunan dari Allah SWT. Pada momen ini amalan 10 hari kedua Ramadan menjadi sangat penting untuk ditingkatkan agar dosa-dosa diampuni dan ibadah semakin maksimal.

Setelah melewati 10 hari pertama yang penuh rahmat, pertengahan Ramadan adalah waktu terbaik untuk evaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadah, mulai dari salat, tilawah, hingga sedekah.

Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan amalan sebagai langkah meraih maghfirah dan mempersiapkan diri menuju 10 hari terakhir yang lebih istimewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa keutamaan dan amalan 10 hari kedua Ramadan yang sudah detikSumbsgel rangkum. Yuk simak informasinya!

Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan

Berikut beberapa keutamaan pada 10 hari kedua Ramadan:

ADVERTISEMENT

1. Doa-Doa Dikabulkan

Salah satu keutamaan 10 hari kedua Ramadan adalah menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan. Di bulan penuh rahmat ini, Allah SWT membuka kesempatan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali dan memperbaiki diri.

Sebagaimana dikutip dalam hadis HR. Bukhari Muslim:

"Siapa yang puasa Ramadan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan intisab telah diampuni dosanya yang telah lalu."

Hadis ini mengingatkan bahwa puasa yang dijalankan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Karena itu, 10 hari kedua Ramadan bisa menjadi momen untuk lebih sungguh-sungguh dalam berdoa, memohon ampun, serta memperbaiki hubungan dengan Allah.

2. Bulan Ditutupnya Pintu Neraka

Di bulan Ramadan, suasana spiritual terasa berbeda. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Artinya: Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-¬setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya Ramadan, pintu kebaikan dibuka lebar, sementara pintu keburukan ditutup. Di 10 hari kedua, kesempatan itu masih terbuka luas, sehingga tergantung bagaimana kita memanfaatkannya untuk memperbanyak amal dan menjauhi perbuatan sia-sia

3. Pahala Dilipatgandakan

Setiap amal baik yang kita lakukan di bulan Ramadan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan hari biasa. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman (yang artinya) "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku,"

Hadis ini menjelaskan bahwa pahala kebaikan bisa berlipat ganda, bahkan puasa memiliki balasan istimewa langsung dari Allah SWT. Maka, di 10 hari kedua Ramadan, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan bersedekah, membaca Al-Qur'an, membantu sesama semuanya bernilai besar di sisi-Nya.

4. Mendapatkan Kebahagiaan dan Keberkahan

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, sebagaimana disebutkan dalam berikut:

"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang," (HR. An-Nasai).

Bulan ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang-orang yang memanfaatkannya dengan baik. Hati terasa lebih tenang, ibadah lebih khusyuk, dan hubungan dengan sesama menjadi lebih hangat. Semua itu adalah bagian dari keberkahan Ramadan.

5. Wujud Istiqomah dalam Beribadah

Di awal Ramadan, biasanya semangat ibadah begitu menggebu. Namun memasuki 10 hari kedua, rasa lelah mulai terasa. Aktivitas pekerjaan, undangan buka bersama, dan kesibukan lainnya kadang membuat ibadah tambahan seperti tarawih atau membaca Al-Qur'an mulai berkurang.

Padahal, justru di sinilah letak ujian istiqomah. Mampu menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan adalah bukti kesungguhan kita dalam mencari ridha Allah. Ketika kita tetap berusaha menjalankan ibadah sunnah Ramadan dengan tekun, itu menjadi tanda bahwa kita benar-benar ingin meraih pahala dan keberkahan yang dijanjikan.

Amalan 10 Hari Kedua Ramadan

Berikut ini terdapat beberapa amalan yang bisa detikers terapkan pada 10 hari kedua Ramadan yang dilansir lama Nu Online dan laman Badan Amil Zakat Nasional.

1. Memperbanyak Permohonan Ampun dan Tobat

Ramadan dikenal sebagai bulan penuh ampunan. Pada 10 hari kedua ini, kita dianjurkan untuk semakin sering memohon ampun kepada Allah SWT dan memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh. Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang benar-benar bertobat dan kembali ke jalan-Nya.

Sebagaimana firman-Nya:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌۭ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا ثُمَّ ٱهْتَدَىٰ

Artinya: Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertobat, beriman, beramal saleh, dan kemudian tetap berada dalam petunjuk (QS Thaha: 82).

Rasulullah saw pun memberi teladan dengan memperbanyak istighfar setiap hari. Beliau bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Artinya:
Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari (HR Bukhari).

Hal ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya untuk orang yang banyak dosa, tetapi juga menjadi bentuk kerendahan hati dan kedekatan kepada Allah

2. Menghidupkan Ramadan dengan Membaca Al-Qur'an

Di bulan Ramadan, membaca Al-Quran menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Namun, membaca tidak hanya sekedar mengejar target khatam, melainkan juga memahami dan merenungkan isi kandungannya.

Dengan mentadabburi Al-Quran, hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Cahaya Al-Qur'an diyakini mampu menerangi hati yang gelap karena dosa. Karena itu, 10 hari kedua ini bisa menjadi momentum untuk lebih rutin membaca dan menghayati maknanya agar perubahan diri benar-benar terasa.

3. Memperbaiki dan Meningkatkan Mutu Ibadah

Memasuki pertengahan Ramadan, kita perlu mengevaluasi ibadah yang sudah dijalankan. Apakah sudah lebih khusyuk? Apakah sudah dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan?

Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ، لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ، لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Artinya:
Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari mau bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari mau bertaubat, hingga matahari terbit dari barat (HR Muslim).

Hadits ini mengingatkan bahwa pintu taubat selalu terbuka. Oleh karena itu, selain menjaga shalat wajib, kita juga dianjurkan memperbanyak shalat malam dan sedekah. Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadan (HR Bukhari). Ini menjadi dorongan bagi kita untuk meningkatkan amal kebaikan.

4. Menjaga Lisan dan Sikap

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan serta perilaku. Perkataan seperti ghibah, dusta, dan adu domba bisa mengurangi pahala puasa.

Jika kita ingin meraih ampunan Allah, maka kita juga perlu memperbaiki hubungan dengan sesama. Bersikap lembut, saling memaafkan, dan menghindari konflik menjadi bagian penting dari ibadah di bulan Ramadan. Puasa yang berkualitas tercermin dari akhlak yang semakin baik.

5. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Ibadah malam seperti Tarawih, Tahajud, dan Witir adalah sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Suasana malam yang tenang membuat doa lebih khusyu dan hati lebih mudah tersentuh.

Memang, di 10 hari kedua Ramadan rasa lelah sering kali muncul dan semangat mulai menurun. Namun justru di sinilah letak nilai perjuangannya. Konsisten dalam ibadah malam menunjukkan kesungguhan hati dalam meraih ampunan dan keberkahan.

Kita tidak pernah tahu apakah masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun depan. Karena itu, manfaatkan 10 hari kedua ini dengan sebaik-baiknya, agar Ramadan benar-benar menjadi momen perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Nah itulah keutamaan dan amalan 10 hari kedua Ramadan yang harus detikers ketahui. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(csb/csb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads