Memasuki hari Selasa, 10 Maret 2026, umat Islam secara resmi melangkah ke fase puncak ibadah puasa, yakni 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H. Di fase krusial inilah terdapat satu malam yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia, yaitu Malam Lailatul Qadar.
Keagungan Lailatul Qadar diabadikan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr ayat 1-5. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengatur segala urusan dan membawa kesejahteraan hingga terbit fajar.
Lantas, kapan tepatnya Lailatul Qadar turun dan amalan apa saja yang harus dipersiapkan mulai nanti malam? Berikut ulasan lengkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Dimulai?
Melansir laman NU Online, tidak ada satu pun manusia yang mengetahui tanggal pasti turunnya Lailatul Qadar. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk yang jelas melalui sabdanya dalam hadis riwayat Bukhari:
"Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari).
Berdasarkan ketetapan awal puasa (1 Ramadhan 1447 H) yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, fase 10 hari terakhir dimulai pada malam ke-21 yang jatuh pada Selasa, 10 Maret 2026 malam ini.
Berikut adalah rincian perkiraan jatuhnya malam ganjil Lailatul Qadar di tahun 2026:
- Malam 21 Ramadhan: Selasa, 10 Maret 2026 malam
- Malam 23 Ramadhan: Kamis, 12 Maret 2026 malam
- Malam 25 Ramadhan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
- Malam 27 Ramadhan: Senin, 16 Maret 2026 malam
- Malam 29 Ramadhan: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Meski ditekankan pada malam ganjil, Rasulullah SAW mencontohkan untuk beri'tikaf dan beribadah dengan giat setiap malam di sepuluh hari terakhir tanpa terputus.
Rahasia 10 Hari Terakhir Menurut Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat, melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official, memberikan penjelasannya terkait keistimewaan 10 hari terakhir Ramadan, mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Sayyidah Aisyah RA.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: - كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
Dalam hadis tersebut, dijelaskan tiga kebiasaan utama Rasulullah SAW saat memasuki fase ini:
Mengencangkan Sarung
Ini merupakan kiasan (kinayah) bahwa Rasulullah SAW menepikan sementara urusan biologis suami-istri untuk fokus beribadah penuh kepada Allah SWT.
Menghidupkan Malam
Beliau menghidupkan malam dengan berbagai ibadah, seperti salat malam dan tadarus Al-Qur'an, alih-alih menggunakannya untuk tidur panjang.
Membangunkan Keluarga
Rasulullah SAW tidak ingin masuk surga sendirian. Beliau membangunkan istri dan keluarganya agar turut serta meraih pahala yang setara dengan ibadah selama 84 tahun (1000 bulan) tersebut.
4 Amalan Utama di Malam Lailatul Qadar
Menurut tafsir Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi, beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan akan menggugurkan dosa-dosa masa lalu. Untuk meraih keutamaan tersebut, berikut amalan yang sangat dianjurkan:
Melakukan I'tikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid dengan niat ibadah, menjauhi urusan duniawi, dan fokus mendekatkan diri kepada Allah.
Mendirikan Salat Malam (Qiyamul Lail)
Salat malam adalah tanda kemuliaan seorang mukmin. Lakukan salat tahajud, hajat, tasbih, hingga witir dengan khusyuk.
Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Malam Lailatul Qadar sangat erat kaitannya dengan Nuzulul Qur'an. Malaikat Jibril bahkan turun langsung menemui Nabi Muhammad SAW pada bulan ini untuk menyimak bacaan Al-Qur'an beliau.
Berdzikir dan Berdoa
Basahi lisan dengan zikir (mengingat Allah). Perbanyak membaca doa khusus Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي
Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuḫibbul 'afwa fa'fu 'annî'
Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku."
Adapun doa lain yang bisa dibaca saat malam Lailatul Qadar berdasarkan hadist yang diriwayatkan imam At-tirmidzi, adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab Latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī ('annā jika dibaca berjamaah)
Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
Yuk detikers, maksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H ini mulai nanti malam. Jangan biarkan sisa umur kita terbuang sia-sia tanpa meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
(nkm/nkm)











































