Bulan suci Ramadan adalah momen emas bagi umat muslim untuk melipatgandakan pahala melalui berbagai ibadah sunah, salah satunya adalah qiyamul lail. Ibadah ini mencakup berbagai jenis salat malam yang dikerjakan setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar termasuk salat Tarawih.
Pada bulan Ramadan, umat Islam berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan salat Tarawih. Karena hanya ada pada bulan Ramadan, tentunya ini jadi momen penting bagi para muslim untuk melaksanakannya.
Melansir laman NU Online, Semangat melaksanakan salah Tarawih sejalan dengan sabda Rasulullah SAW mengenai ganjaran bagi mereka yang sungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadan:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ اللّٰهُ مَا تَقَّدمُ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرُ
Artinya: "Barang siapa menghidupkan bulan Ramadan karena iman dan mengusahakan pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang dahulu dan dosa yang akan datang." (HR. Imam Ahmad).
Lantas, apa makna sebenarnya dari qiyamul lail dan apa saja amalan yang bisa kita kerjakan selama bulan Ramadan selain salat Tarawih? Berikut penjelasan lengkapnya.
Makna dan Keutamaan Qiyamul Lail
Secara harfiah, qiyamul lail berarti "berdiri di malam hari". Mengutip buku Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu karya Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan setiap orang beriman untuk merutinkan ibadah ini, khususnya dengan memperbanyak tasbih dan mendirikan salat malam. Keutamaan ibadah ini tertuang jelas dalam Al-Qur'an surat Al-Insan ayat 26:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَٱسْجُدْ لَهُۥ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا
Artinya: "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari." (QS Al-Insan: 26).
Selain itu, Allah SWT juga menegaskan bahwa salat malam memberikan ketenangan dan kekhusyukan yang lebih dalam melalui firman-Nya:
إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا
Artinya: "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan." (QS Al-Muzammil: 6).
3 Amalan Qiyamul Lail di Bulan Ramadan
Selama bulan suci ini, terdapat tiga amalan qiyamul lail utama yang sangat dianjurkan untuk mendulang pahala:
1. Salat Tarawih
Salat Tarawih adalah bentuk qiyamul lail yang sangat istimewa karena hanya ada di bulan Ramadan (dikenal juga sebagai qiyamu Ramadan). Keutamaannya sangat luar biasa, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta'âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq 'Alaih).
2. Salat Tahajud
Salat tahajud adalah ibadah malam yang dikerjakan setelah kamu tidur terlebih dahulu. Jumlah rakaat minimalnya adalah dua rakaat dan sangat utama dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Perintah tahajud ini termaktub dalam Al-Qur'an:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya: "Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS Al-Israa': 79).
3. Salat Witir
Sebagai penutup rangkaian ibadah malam, salat Witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil (satu hingga sebelas rakaat). Siti Aisyah RA pernah meriwayatkan:
"Setiap malam Rasulullah SAW berwitir pada permulaan malam, tengah malam, akhir malam dan witirnya berakhir sampai (hampir) terbit fajar." (HR Al-Jamaah).
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat: Niat dan Tata Cara
Salah satu tata cara pelaksanaan Tarawih yang populer di Masyarakat Indonesia adalah format 11 rakaat (8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir). Biasanya, 8 rakaat ini dikerjakan dengan format 2 rakaat salam sebanyak 4 kali atau 4 rakaat sebanyak 2 kali.
Sebagai catatan, ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat Tarawih (ada yang 11, 23, hingga 36 rakaat). Sebagian muslim yang mengerjakan Tarawih 20 rakaat (ditambah 3 witir menjadi 23 rakaat) menyandarkannya pada hadis riwayat al-Baihaqi:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ
Artinya: "Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan shalat di bulan Ramadan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir."
Bagi detikers yang ingin mengamalkan salat Tarawih 11 rakaat, berikut adalah lafal niat dan tata caranya.
Lafal Niat Salat Tarawih (2 Rakaat)
1. Niat sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta'âlâ.
2. Niat sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi makmum karena Allah ta'âlâ.
3. Niat Salat Tarawih Sendirian
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta'âlâ.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih
Tata cara pelaksanaan salat Tarawih sejatinya sama dengan salat sunah dua rakaat pada umumnya. Berikut urutannya:
- Membaca niat di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat pendek Al-Qur'an.
- Ruku' dengan tumakninah.
- I'tidal (berdiri bangun dari ruku').
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud (Iftirasy).
- Sujud kedua.
- Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek.
- Melakukan ruku', i'tidal, dan dua sujud seperti rakaat pertama.
- Duduk Tahiyat Akhir.
- Mengucapkan salam menoleh ke kanan dan ke kiri.
Ulangi tata cara di atas sebanyak 4 kali (total 8 rakaat), lalu tutup qiyamul lail dengan menunaikan salat Witir sebanyak 3 rakaat.
Niat dan Tata Cara Pelaksanaan Salat Witir
Sebagaimana ibadah lainnya, pelaksanaan salat Witir wajib diawali dengan niat yang tulus di dalam hati. Bacaan niat ini disesuaikan dengan jumlah rakaat yang akan detikers kerjakan. Berikut lafalnya:
1. Niat Salat Witir Satu Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatan minal witri rak'atan lillâhi ta'âlâ.
2. Niat Salat Witir Dua Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatan minal witri rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Dua Metode Mengerjakan Salat Witir 3 Rakaat
Merujuk pada penjelasan dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa karya Bahruddin Hasyim Subky, pelaksanaan salat Witir sebanyak tiga rakaat dapat dilakukan melalui dua metode berikut:
Metode Terpisah (2+1)
Mengerjakan dua rakaat yang diakhiri dengan salam, kemudian berdiri lagi untuk mengerjakan satu rakaat terpisah yang juga diakhiri dengan salam.
Metode Sekaligus (3 Rakaat Langsung)
Mengerjakan tiga rakaat secara bersambung tanpa ada tasyahud awal (duduk di rakaat kedua), dan langsung diakhiri dengan satu kali salam pada rakaat ketiga.
Nah itulah informasi lengkap mengenai 3 qiyamul lail di bulan Ramadan serta tata caranya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk mendukung ibadah detikers di bulan Ramadan 1447 H ini. Selamat berpuasa!
Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tarawih |
Simak Video "Video: Melihat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































