Sebuah konten yang menampilkan seorang influencer memperagakan gerakan seperti penyandang disabilitas viral di media sosial dan memicu kritik dari banyak warganet. Konten tersebut menuai kontroversi karena dianggap tidak sensitif terhadap kelompok disabilitas, terlebih beberapa unggahan diketahui merupakan bagian dari promosi produk kecantikan dari merek ternama.
Banyak pengguna media sosial mengaku geram dan menilai konten tersebut tidak pantas dijadikan bahan hiburan maupun sarana membangun citra diri di dunia digital. Apalagi dijadikan personal brand oleh si influencer.
"mungkin pengen ngerasain jadi disabilitas," komentar salah satu netizen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"dan yang endorse dia uga pada stres. kok bisa marketing ke kol yang konten bullying diskriminasi buat teman-teman disabilitas dan dibuat katanya becandaan? gak waras," sorot yang lain.
Fenomena ini turut mendapat perhatian dari dr Adam Prabata, dokter umum yang aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial dengan membagikan informasi kesehatan dan ulasan jurnal ilmiah. Menurutnya, candaan yang menjadikan disabilitas sebagai bahan humor berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi penyandang disabilitas.
Ia menjelaskan bahwa konten semacam itu tidak hanya dapat melukai perasaan individu yang menjadi sasaran stereotip, tetapi juga berisiko memperkuat stigma sosial terhadap kelompok disabilitas.
Mengacu pada sejumlah penelitian, dr Adam menyebut paparan terhadap konten yang merendahkan atau mengejek disabilitas dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan psikologis seperti kecemasan hingga depresi pada penyandang disabilitas.
Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2024 dalam Journal of Media Psychology. Studi itu menunjukkan bahwa humor bertema disabilitas dapat memperkuat stereotip negatif, mengurangi empati audiens, serta memicu tekanan emosional bagi penyandang disabilitas.
"Meskipun pembuat konten mengklaim hanya bercanda, korban sering mengalami ejekan, cyberbullying, dan celf censorship karena takut diejek lebih lanjut. Cukup, semoga tidak ada lagi humor-humor seperti ini," tegas dia dilansir detikHealth, Kamis (4/6/2026).
Setelah menuai polemik, pemilik akun @violettaaxandrea akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas konten yang dibuatnya. Ia mengaku menyesali tindakannya dan berjanji tidak akan lagi membuat konten serupa pada masa mendatang.
(nkm/nkm)
