Efek Samping Konsumsi Karbohidrat saat Sahur, Bikin Cepat Lapar

Efek Samping Konsumsi Karbohidrat saat Sahur, Bikin Cepat Lapar

Riska Fitria - detikSumut
Senin, 23 Feb 2026 04:31 WIB
Angled view of a bowl of salad with hard-boiled egg, feta cheese, walnuts and cherry tomatoes, drizzled with olive oil
Foto: Getty Images/Magda Tymczyj
Jakarta -

Ternyata konsumsi karbohidrat terlalu banyak saat sahur bikin perut cepat lapar. Hal itu terjadi lantaran terjadinya lonjakan gula darah yang cepat naik dan turun dan membuat tubuh cepat lapar dan lemas.

Binaragawan Ade Rai menyarankan agar saat sahur tidak mengonsumsi karbohidrat. Ia menyebut saat sahur baiknya mengonsumsi makanan tinggi protein.

"Sahur tanpa karbo, alasannya karena terjadinya lonjakan gula darah. Itu yang disebut 'roller coaster energy'. Ketika makan karbo, lonjakan gula darah akan naik, tapi hanya butuh 1-2 jam langsung turun ke bawah," jelasnya dikutip detikFood.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, rasa lapar yang muncul di pagi hingga siang hari bukan semata-mata karena tubuh belum makan, melainkan karena efek penurunan gula darah setelah konsumsi karbohidrat.

ADVERTISEMENT

"Makanya kenapa keinginan lapar itu terjadi bukan karena kita belum makan, tapi karena kita baru habis makan karbo," lanjut binaragawan kelahiran 6 Mei 1970 itu.

Jika sahur diisi dengan makan sumber karbohidrat porsi besar, maka risiko rasa lapar saat berpuasa justru semakin tinggi.

Padahal, di waktu tersebut tubuh tidak bisa langsung mendapatkan asupan makanan. Kondisi ini membuat puasa terasa lebih berat, baik secara fisik maupun mental.

"Kalau pas sahur teman-teman malah loading karbo, bisa dibayangkan perasaan puasanya akan lebih sengsara," ujar Ade Rai.

"Ketika gula darah turun, terasa lapar, tapi tidak bisa makan karena lagi puasa. Nah, di situ suasana hati juga jadi nggak enak," lanjutnya.

Dalam keseharian, tubuh manusia memang terbiasa menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama.

Namun, saat puasa, tubuh dipaksa untuk beradaptasi dengan menggunakan lemak sebagai sumber tenaga. Proses adaptasi ini akan berjalan lebih optimal jika menu sahur disesuaikan.

Sebagai solusi, ia menyarankan menu sahur yang kaya protein dan lemak sehat. Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, sementara lemak sehat menjadi sumber energi yang stabil.

Sayuran tetap boleh dikonsumsi, tapi sebaiknya memilih yang berserat tinggi dan rendah gula.

"Saat sahur bisa pilih protein dan lemak. Terlepas dari sayur ada karbo, tapi karbo yang berserat paling tidak, karena gulanya rendah," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Cepat Lapar Saat Puasa? Ini Penyebab dan Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads