Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan cara sederhana namun memiliki peran yang penting. Contohnya menanam bibit pohon di wilayah rawan bencana.
Anggota DPR RI dari PKS Tifatul Sembiring turun langsung menanam 100 bibit pohon trembesi di tepi jurang di kawasan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia memberi contoh dalam berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.
"Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan sebatang lilin," ungkap Tifatul mengambil kutipan inspiratif Eleanor Roosevelt di Desa Guguak Tabek Sarojo, yang juga dikenal sebagai Guguak Tinggi, Kamis (12/2/2026).
Daerah tersebut masuk ke dalam area terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu. Berdasarkan data dari BNPB, tercatat ada sekitar 1204 korban meninggal di Aceh, Sumut, maupun Sumbar dan belum termasuk hanyut, hilang, atau terkubur lumpur.
Di sekitaran Ngarai Sianok, ada sejumlah area yang terkena longsor, padahal kawasan tersebut dulunya populer dengan legenda Tabek Sarojo.
"Di sini dulu ada legenda Tabek Sarojo, artinya kolam tempat mandi raja," ujarnya.
Kerusakan juga terjadi di beberapa ruas tebing yang berada di kaki Gunung Singgalang, tak jauh dari Kota Bukittinggi.
Tifatul melihat bahwa kerusakan alam bukan hanya semata-mata faktor alam seperti tingginya curah hujan namun juga kerusakan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Contohnya saja pembukaan lahan sawit yang kurang memperhitungkan keseimbangan tata ruang hutan, usaha-usaha pertambangan, membuka lahan luas.
"Ambil pelajaran dari bencana ini. Mikir pakai akal sehat. Jangan sampai kalian para pengusaha terlalu tamak, nebang semau-maunya. Tak peduli efek jangka panjangnya, akhirnya masyarakat setempat yang menderita akibatnya," kata Tifatul.
Acara yang diikuti oleh ninik mamak, bundo kanduang, tigo tungku sajarangan, serta masyarakat setempat yang antusias memberikan dukungan. Walaupun panas terik, namun warga tetap semangat mengikuti proses penanaman 100 batang bibit Trembesi, dari satu titik lubang penanaman ke titik yang lain, masing-masing berjarak sekitar 30 meter.
Simak Video "Membuat Bumbu Tambusu dengan Mengulek Rempah di Nagari Kapau, Sumatera Barat "
(ksr/mjy)