Ribuan pelari tercatat siap ikut meramaikan Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 di Pekanbaru, besok. Bahkan seorang peserta datang dari luar kota untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan.
Sebut saja Eko dan Dewi, pasutri asal kota Pengkalan Kerinci, Pelalawan ini ikut even RBR 2026 secara rutin. Apalagi, keduanya melihat tema yang diusung adalah menjaga untuk pelestarian lingkungan.
Wajah gembira terlihat saat kedua pasutri mengambil race pack di GOR Pekanbaru. Ya, di dalam race pack sudah ada boneka gajah dan membawa tas berisi biji pohon trembesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah, ada biji pohon trembesi," ucap Dewi dengan wajah semringah sambil unboxing race pack berisikan berbagai merchandise, Sabtu (18/7/2026).
Influencer home dekor asal Pelalawan itu mengakui sejak awal tertarik dengan RBR setelah melihat tema. Tema yang diangkat adalah tentang pelestarian lingkungan.
"Sejak awal tertarik ikut RBR karena selain lari, kita juga kampanye jaga lingkungan ya. Tentu ini momentum yang tepat bersama-sama kita kampanyekan jaga lingkungan, khususnya untuk Riau," kata Dewi.
Tidak hanya itu saja, bibit pohon trembesi yang didapatnya langsung ditanam siang ini. Menurutnya bibit pohon akan menjadi sumber kehidupan baru dalam pelestarian lingkungan di tempat tinggalnya.
Pohon trembesi sendiri dijuluki 'Payung Raksasa' penyerap karbon. Pohon ini juga dikenal membantu menyimpan air tanah dan mengurangi resiko erosi, sedangkan daunnya cocok untuk pupuk kompos.
"Langsung ditanam, semoga ini nantinya tumbuh subur dan memberikan keteduhan di masa yang akan datang," katanya.
Melalui pembagian bibit pohon tersebut, Polda Riau sebagai penyelenggara RBR berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya ribuan pohon baru. Sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Sedangkan boneka Nona Seroja sendiri merupakan anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan. Kelahiran gajah berjenis kelamin betina ini menjadi simbol harapan baru dalam upaya penyelamatan gajah Sumatera yang populasinya terancam punah.
(astj/astj)
