Kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Menteri LH Siapkan 2 Miliar Pohon

Sumatera Barat

Kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Menteri LH Siapkan 2 Miliar Pohon

Jeka Kampai - detikSumut
Selasa, 14 Jul 2026 20:26 WIB
Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menanam pohon (Jeka Kampai/detikcom)
Foto: Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menanam pohon (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengkampanyekan Gerakan Tobat Ekologis. Dalam kampanye tersebut akan ada penanaman dua miliar pohon.

Menteri LH/Kepala BPLH Mohammad Jumhur Hidayat menyebut langkah tersebut ditujukan untuk membangun kesadaran ekologis generasi muda sekaligus merehabilitasi alam yang rusak. Gerakan Tobat Ekologis merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat.

"Gerakan ini akan ada inisiatif penanaman dua miliar pohon. Ini mengajak publik untuk menyadari kesalahan masa lalu dalam mengeksploitasi alam, berkomitmen untuk tidak mengulangi kerusakan, dan mulai melakukan tindakan perbaikan secara nyata. Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya," tegas Menteri Jumhur di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jumhur, KLH/BPLH memosisikan pemulihan lingkungan sebagai tanggung jawab lintas sektor yang menuntut partisipasi aktif setiap individu dan kelompok. Mulai dari langkah sederhana seperti menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah harian, hingga penanaman pohon secara masif. KLH/BPLH juga tengah menyiapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan sampah dari sektor industri.

ADVERTISEMENT

"Intinya, saya berterima kasih atas upaya pemulihan lingkungan. Dalam kaitannya dengan tobat lingkungan, gerakan ini dapat dilakukan di mana saja, misalnya dengan membersihkan sungai. Sebentar lagi kita juga akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), di mana para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk produk makanan dan sejenisnya, telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu," ujar Menteri Jumhur.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berharap sinergi ini dapat menjadi role model bagi daerah lain.

"Kami telah menetapkan kebijakan agar kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing. Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat dikelola menjadi berkah melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat," tutur Mahyeldi.

Agenda pemulihan lingkungan ini diwarnai dengan penyerahan berbagai bantuan bibit. KLH/BPLH menyerahkan 15 kilogram benih Ketapang Kencana, disusul oleh dukungan dunia usaha yakni PT Semen Padang yang memberikan 3.300 bibit mangrove, serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat yang mendonasikan bibit tanaman buah-buahan.

Apresiasi juga diberikan kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun konsep Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 6 Perusahaan Diduga Biang Banjir Sumatera Pangkas Hutan 2.500 Ha"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads