Tanam Trembesi di Ngarai Sianok, Tifatul Ajak Warga Cegah Longsor dan Banjir

Sumatera Barat

Tanam Trembesi di Ngarai Sianok, Tifatul Ajak Warga Cegah Longsor dan Banjir

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 17 Feb 2026 22:01 WIB
Tifatul Sembiring foto bersama saat penanaman pohon trembesi di kawasan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (dok. Istimewa)
Foto: Tifatul Sembiring foto bersama disela-sela penanaman pohon trembesi di kawasan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (dok. Istimewa)
Agam -

Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan cara sederhana namun memiliki peran yang penting. Contohnya menanam bibit pohon di wilayah rawan bencana.

Anggota DPR RI dari PKS Tifatul Sembiring turun langsung menanam 100 bibit pohon trembesi di tepi jurang di kawasan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia memberi contoh dalam berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.

"Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan sebatang lilin," ungkap Tifatul mengambil kutipan inspiratif Eleanor Roosevelt di Desa Guguak Tabek Sarojo, yang juga dikenal sebagai Guguak Tinggi, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daerah tersebut masuk ke dalam area terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu. Berdasarkan data dari BNPB, tercatat ada sekitar 1204 korban meninggal di Aceh, Sumut, maupun Sumbar dan belum termasuk hanyut, hilang, atau terkubur lumpur.

Di sekitaran Ngarai Sianok, ada sejumlah area yang terkena longsor, padahal kawasan tersebut dulunya populer dengan legenda Tabek Sarojo.

ADVERTISEMENT

"Di sini dulu ada legenda Tabek Sarojo, artinya kolam tempat mandi raja," ujarnya.

Kerusakan juga terjadi di beberapa ruas tebing yang berada di kaki Gunung Singgalang, tak jauh dari Kota Bukittinggi.

Tifatul melihat bahwa kerusakan alam bukan hanya semata-mata faktor alam seperti tingginya curah hujan namun juga kerusakan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Contohnya saja pembukaan lahan sawit yang kurang memperhitungkan keseimbangan tata ruang hutan, usaha-usaha pertambangan, membuka lahan luas.

"Ambil pelajaran dari bencana ini. Mikir pakai akal sehat. Jangan sampai kalian para pengusaha terlalu tamak, nebang semau-maunya. Tak peduli efek jangka panjangnya, akhirnya masyarakat setempat yang menderita akibatnya," kata Tifatul.

Acara yang diikuti oleh ninik mamak, bundo kanduang, tigo tungku sajarangan, serta masyarakat setempat yang antusias memberikan dukungan. Walaupun panas terik, namun warga tetap semangat mengikuti proses penanaman 100 batang bibit Trembesi, dari satu titik lubang penanaman ke titik yang lain, masing-masing berjarak sekitar 30 meter.

Tifatul juga mengutip satu hadits Nabi saw, yang bersabda, "Siapa yang menebang satu pohon bidara, kelak kepalanya akan dibenamkan ke dalam neraka".

Menurut Tifatul, bencana-bencana tersebut ditengarai dari adanya pembukaan hutan yang sembarangan dalam skala luas. Akibatnya, sedikit sekali akar-akar pohon yang mampu menyerap air, saat terjadi curah hujan di beberapa hulu sungai.

Lebih lanjut, penanaman pohon trembesi menjadi langkah tepat dalam upaya menjaga lingkungan. Pohon tersebut dapat hidup hingga ratusan tahun.

Selain berdaun rindang, Trembesi juga mampu menjaga tanah yang berada di tebing yang curam agar tidak mudah longsor.

"Hari ini kita menanam bibit trembesi dan bibit pohon kelapa. Insya Allah ke depan kita juga akan menanam pohon yang berbuah. Seperti pohon jengkol, petai, jambu, duku, durian dll. Sehingga hasil buahnya, sekaligus bermanfaat," ucap Tifatul.

Ketua Fraksi PKS MPR RI ini juga mengajak masyarakat untuk ikut gerakan penghijauan lingkungan dengan cara aktif menanam pohon. Untuk kelestarian lingkungan hidup dan keberlangsungan masa depan generasi bangsa.

"Ini adalah amal jariah. Selama pohon-pohon ini bermanfaat, maka pahalanya akan mengalir. Buah-buahan hasil tanaman ini, yang dimakan oleh burung-burung, manusia atau hewan lainnya, itu sama pahalanya dengan sedekah. Mari menanam pohon", pungkas Tifatul sambil menancapkan sebatang bibit pohon trembesi setinggi 2 meter.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Membuat Bumbu Tambusu dengan Mengulek Rempah di Nagari Kapau, Sumatera Barat "
[Gambas:Video 20detik] (ksr/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads