Mengenal Sejarah dan Makna Angpau dalam Tradisi Imlek

Olivia Andrea - detikSumut
Kamis, 12 Feb 2026 11:29 WIB
Foto: Ilustrasi angpau. (Shutterstock)
Medan -

Tahun Baru Imlek selalu melekat dengan beragam tradisi yang penuh arti, salah satunya kebiasaan membagikan angpau. Pemberian amplop merah berisi uang ini bukan sekadar berbagi materi, melainkan mengandung filosofi mendalam dalam budaya masyarakat Tionghoa.

Angpau atau dalam bahasa Mandarin disebut hongbao memiliki arti harfiah "amplop merah". Dalam kebudayaan Tionghoa, warna merah dipercaya melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta penolak bala.

Karena itu, amplop yang digunakan umumnya berwarna merah dan dihiasi tulisan atau simbol emas yang mencerminkan doa serta harapan baik.

"Dahulu, angpau diyakini sebagai simbol perlindungan bagi anak-anak dari energi negatif di awal tahun. Orang tua atau mereka yang sudah menikah memberikannya kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah sebagai doa agar selalu sehat, panjang umur, dan dilimpahi rezeki," kata Pengurus Vihara Maitreya, Diki Paskarianto, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, nominal uang di dalam angpau bukanlah hal yang paling utama. Namun yang terpenting adalah ketulusan serta doa yang menyertainya.

Biasanya, pemberian uang dalam angpau menghindari angka empat karena pengucapannya dalam bahasa Mandarin menyerupai kata "kematian". Sebaliknya, angka delapan dianggap membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Imlek juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Seiring waktu, tradisi angpau tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga, tetapi juga diberikan kepada rekan kerja, karyawan, hingga petugas pelayanan sebagai bentuk penghargaan sekaligus harapan agar hubungan dan kerja sama di tahun yang baru semakin harmonis.



Simak Video "Video: Jadi Hotel Favorit Anak! Intip Keseruan Kids Club Trans Hotel Jakarta"


(mjy/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork