Memasuki bulan Februari 2026, persiapan menyambut Tahun Baru Imlek atau perayaan 2577 Kongzili mulai terasa. Bagi masyarakat yang merayakan, mengetahui tanggal persis Imlek adalah hal penting untuk merencanakan tradisi mudik, makan malam keluarga, hingga persiapan perlengkapan sembahyang.
Berbeda dengan penanggalan masehi, tanggal Imlek bergeser setiap tahunnya. Lantas, tahun baru Imlek 2026 jatuh pada tanggal berapa? Berikut informasi lengkapnya.
Jadwal Libur dan Cuti Bersama Imlek 2026
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025, pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional untuk tahun ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Libur Nasional Imlek 2577 Kongzili: Selasa, 17 Februari 2026.
- Cuti Bersama Imlek: Senin, 16 Februari 2026.
Momen ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati long weekend guna berkumpul bersama keluarga besar.
Mengenal Shio dan Tema Imlek 2026
Tahun 2026 dalam kalender China merupakan tahun Kuda Api (Fire Horse). Siklus ini akan berlangsung mulai 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Kementerian Ekonomi Kreatif RI melalui akun resminya telah merilis tema besar tahun ini, yaitu "Harmoni Imlek Nusantara". Tema ini membawa pesan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan etnis, melainkan momentum kultural yang memperkuat bingkai kebersamaan dan kedamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Filosofi Logo Imlek 2026
Logo Imlek tahun ini menampilkan visual Kuda dengan perpaduan warna Merah Putih yang kental dengan unsur batik. Berikut adalah makna di balik elemen visualnya:
- Rambut Merah Putih: Simbol identitas bangsa sebagai mahkota dalam melangkah maju.
- Mata Api: Melambangkan semangat, keberanian, dan fokus batin yang tajam.
- Motif Batik Banji (Pelana): Perlambang kebahagiaan dan kesinambungan hidup.
- Ring Mulut Kuda: Menggambarkan kebijaksanaan dan kendali atas tutur kata.
- Batik Pucuk Rebung: Simbol pertumbuhan dan harapan yang terus menjulang tinggi.
6 Tradisi Ikonik dalam Perayaan Imlek
Perayaan Imlek identik dengan sederet ritual yang sarat makna. Berikut adalah tradisi yang paling umum dilakukan:
1. Pembagian Angpao
Dikenal juga sebagai red envelopes, tradisi berbagi angpao adalah salah satu ciri khas Imlek yang paling populer. Uang di dalam amplop merah ini diberikan dengan nominal yang beragam, menyesuaikan profil usia si penerima.
Biasanya, orang dewasa memberikannya kepada anak-anak, sementara pasangan suami istri atau lansia juga turut melakukan tradisi saling memberi ini. Selain sebagai simbol kasih sayang, angpao dipercaya memiliki kekuatan untuk menangkal bala, menjaga kondisi kesehatan, serta mendatangkan umur panjang.
2. Menyalakan Petasan
Mengutip laman Travel China Guide, menyalakan petasan menjadi aktivitas utama yang dilakukan saat pagi hari Imlek. Namun, karena alasan keamanan dan potensi risiko kerusakan, tradisi ini saat ini lebih sering dijumpai di daerah pedesaan dibandingkan kawasan perkotaan.
3. Tradisi Begadang
Menjelang malam Tahun Baru China, masyarakat memiliki kebiasaan untuk tetap terjaga semalaman. Hal ini didasari oleh kepercayaan kuno mengenai sosok monster ganas bernama Nian yang konon muncul untuk mengganggu manusia dan hewan ternak. Untuk menghindari dampak buruk dari Nian, pintu rumah ditutup rapat dan penghuninya tetap sadar hingga pagi. Berbagai aktivitas pun dilakukan agar tidak mengantuk, mulai dari bersantai sambil mengobrol, bermain kartu, hingga menonton siaran televisi bersama keluarga.
4. Ritual Membersihkan Rumah
Melansir laman Hong Kong Tourism Board, agenda bersih-bersih tempat tinggal idealnya dilakukan beberapa hari sebelum perayaan dimulai. Tujuannya adalah menyambut tahun yang baru dalam suasana hunian yang resik dan harmonis. Dalam tradisi Tionghoa, aktivitas ini bermakna membuang segala kesialan yang terjadi di tahun sebelumnya. Dengan rumah yang bersih, dipercaya bahwa keberuntungan serta kemakmuran dapat masuk dan mengalir dengan lancar ke dalam kehidupan penghuninya.
5. Menghias Kediaman
Tak hanya sekadar dibersihkan, merujuk pada The Woks of Life, rumah-rumah juga dipercantik dengan berbagai ornamen berwarna merah menyala, seperti lampion, hiasan kertas, hingga kaligrafi ucapan doa dalam aksara Mandarin.
Warna merah dipilih karena merupakan simbol proteksi dari energi negatif, serta lambang kebahagiaan dan nasib baik. Dekorasi ini umumnya dipasang pada area pintu masuk, dinding rumah, hingga ruang berkumpul keluarga.
6. Menyaksikan Pertunjukan Barongsai
Satu lagi elemen ikonik yang tak boleh dilewatkan adalah atraksi barongsai. Melansir laman Binus University, tarian singa ini merupakan representasi dari rasa sukacita. Selain menghibur, gerakan barongsai diyakini efektif untuk mengusir keberadaan roh jahat di lingkungan sekitar.
Demikian informasi mengenai jadwal, tema besar, filosofi logo, hingga daftar tradisi dalam menyambut Imlek. Semoga informasi ini bermanfaat bagi detikers!
(afb/afb)











































