Tahun Baru Imlek selalu melekat dengan beragam tradisi yang penuh arti, salah satunya kebiasaan membagikan angpau. Pemberian amplop merah berisi uang ini bukan sekadar berbagi materi, melainkan mengandung filosofi mendalam dalam budaya masyarakat Tionghoa.
Angpau atau dalam bahasa Mandarin disebut hongbao memiliki arti harfiah "amplop merah". Dalam kebudayaan Tionghoa, warna merah dipercaya melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta penolak bala.
Karena itu, amplop yang digunakan umumnya berwarna merah dan dihiasi tulisan atau simbol emas yang mencerminkan doa serta harapan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dahulu, angpau diyakini sebagai simbol perlindungan bagi anak-anak dari energi negatif di awal tahun. Orang tua atau mereka yang sudah menikah memberikannya kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah sebagai doa agar selalu sehat, panjang umur, dan dilimpahi rezeki," kata Pengurus Vihara Maitreya, Diki Paskarianto, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, nominal uang di dalam angpau bukanlah hal yang paling utama. Namun yang terpenting adalah ketulusan serta doa yang menyertainya.
Biasanya, pemberian uang dalam angpau menghindari angka empat karena pengucapannya dalam bahasa Mandarin menyerupai kata "kematian". Sebaliknya, angka delapan dianggap membawa keberuntungan dan kemakmuran.
Imlek juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Seiring waktu, tradisi angpau tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga, tetapi juga diberikan kepada rekan kerja, karyawan, hingga petugas pelayanan sebagai bentuk penghargaan sekaligus harapan agar hubungan dan kerja sama di tahun yang baru semakin harmonis.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini pun ikut menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Kini, sebagian masyarakat memilih mengirim angpau secara digital melalui aplikasi pembayaran daring.
Meski wujudnya berbeda, esensi yang terkandung tetap sama, yakni menyampaikan doa dan harapan baik demi kehidupan yang lebih sejahtera di tahun mendatang.
Bagi umat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga saat untuk mempererat tali kekeluargaan, berbagi berkah, dan menumbuhkan optimisme. Angpau menjadi simbol nyata bahwa kebahagiaan sejati terletak pada keikhlasan memberi dan menjaga keharmonisan antar sesama.
Artikel ini ditulis Olivia Andrea, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Staycation Mewah Tanpa Macet? Trans Hotel Jakarta Jawabannya!"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































