Mengenal SRMP 1 Deli Serdang, Sekolah Asrama Gratis untuk Anak Kurang Mampu

Mengenal SRMP 1 Deli Serdang, Sekolah Asrama Gratis untuk Anak Kurang Mampu

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Senin, 02 Feb 2026 14:19 WIB
SRMP 1 Deli Serdang
Foto: SRMP 1 Deli Serdang (Dok. Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Deli Serdang -

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang merupakan sekolah rakyat rintisan setingkat SMP yang berada di Desa Lau Bakeri, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatra Utara. Lokasinya tepat berada di gedung Sentra Insyaf.

Sekolah Rakyat ini sudah beroperasi selama enam bulan sejak Juli 2025.

Sekolah Rakyat (SR) merupakan sekolah berbasis asrama yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sekolah ini merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala SRMP 1 Deli Serdang, Reni Lasmaria Sinaga mengatakan, Sekolah Rakyat memiliki kurikulum yang sama dengan sekolah umum. Hanya saja, terdapat sistem Multi Exit Multi Entry (MEME) yang berbeda dengan sekolah konvensional.

"Kita sistem pembelajarannya seperti sekolah biasa, kita pakai kurikulum nasional dan kurikulum asrama. Kita juga ada supervisi. Tapi kita pakai sistem multi exit dan multi entry. Jadi MEME itu bukan kurikulum di sekolah rakyat, hanya bagaimana sistem anak itu keluar dan masuk. Jadi tidak membatasi umur dan tidak membatasi harus sekian tahun tidak. Itu bedanya kita dengan sekolah reguler," ujar Reni saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

Reni mengatakan, dengan adanya sistem MEME, siswa yang masuk dan keluar di Sekolah Rakyat bisa memiliki usia yang beragam. Hal ini, kata dia, dikarenakan latar belakang atau kondisi keluarga yang beragam pula.

"Jadi anak itu umur 14 tahun juga bisa kita terima. Tapi kalau kurikulum seperti biasa, kurikulum nasional dengan pemahaman mendalam dan kita menggunakan kurikulum asrama yang dirancang oleh wali asuh dan wali asrama," tambahnya.

Dalam hal kurikulum asrama, Reni menjelaskan pihaknya merancang program khusus yang dilaksanakan oleh para wali asuh dan wali asrama. Program ini diberi nama BERSUKA.

"Kita ada juga pendidikan karakter khusus di Hari Sabtu. Jadi Hari Sabtu itu khusus pendidikan karakter anak dengan wali asuh dan wali asramanya. Kalau saya membuat program itu namanya program BERSUKA artinya Bersama Wali Asuh dan Wali Asrama Kesayanganku," katanya.

Dijelaskan Reni, SRMP 1 Deliserdang juga memiliki 18 ekstrakurikuler. Ada yang bergerak di bidang olahraga dan akademik.

"Kita juga ada ekstrakurikuler. Instrukturnya itu harus punya sertifikat, tidak boleh sembarangan yang bisa masuk. Kita ada 18 ekskul di sini. Ada Taekwondo, Karate, Paduan suara, ada kelas olympiade, ada kelas internasional juga. Kemudian ada Pramuka, PMR, ada juga futsal. Dan kita sedang berproses mempersiapkan anak-anak untuk kelas olimpiade," ucapnya.

Program Matrikulasi yang Berbeda

Selain sistem Multi Exit Multi Entry (MEME), yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah umum adalah program matrikulasi. Menurut Reni, program matrikulasi di SRMP 1 Deliserdang berfokus pada merawat diri dan berkesadaran.

"Jadi matrikulasi kita itu berbeda, kalau sekolah lain matrikulasinya kan mengenal gitu. Kalau kita tidak, bagaimana merawat diri, mengenal diri sendiri, berkesadaran, perilaku jujur, itulah matrikulasi kita selama 1 bulan pertama di Sekolah Rakyat," katanya.

Menurut Reni, SRMP ini juga memiliki tema pendidikan setiap enam bulan. Hal ini berkaitan dengan pembangunan karakter.

"Jadi kita punya tema per enam bulan, dari enam bulan pertama Juli sampai Desember kita punya tema karakter tentang mengenal diri sendiri. Januari sampai Juli ini kita ada tema baru lagi, kesadaran diri. Itulah tema-tema karakter yang kita rancang," ungkapnya.

Ia juga bercerita, di SRMP, siswa-siswi dididik untuk bisa merawat dan membersihkan diri dengan baik. Hal ini, kata dia, karena mayoritas siswa dan siswi hidup tanpa memiliki kamar mandi yang layak.

"Mungkin ini cerita ya, biasanya kalau anak-anak ini, di rumah itu kan mereka kebanyakan enggak ada kamar mandi ya, jadi kebersihan, bagaimana membersihkan diri itu harus kita ajari. Kemudian cara mencuci piring yang benar gimana, cara mencuci pakaian yang benar gimana, cara menggosok yang benar. Itu juga masuk ke dalam matrikulasi," katanya.

SRMP 1 Deliserdang memiliki moto SIAP yakni Semangat, Integritas, Amanah, Prestasi. Serta filosofi "tetaplah asli di tengah inovasi".

Reni mengatakan, usai menyelesaikan pendidikan di sekolah rakyat, siswa-siswi bisa melanjutkan sekolah sesuai minat dan kemampuan orang tuanya.

"Kalau anak-anak ini tamat bisa masuk ke sekolah SMA biasa. Karena kita pakai kurikulum nasional dari Kemendikdasmen. Jadi anak-anak itu mau masuk SMK, mau masuk SMA mau lanjut ke SRMA juga boleh. Enggak ada kekhusus-khususan gitu enggak ada. Sama semuanya," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Paduan Suara Sekolah Rakyat Persembahkan Lagu Hari Merdeka di Istana"
[Gambas:Video 20detik] (afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads