Salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto adalah Sekolah Rakyat. Di Medan, sekolah ini berlokasi di Sentra Bahagia Medan, Jalan Williem Iskandar Nomor 337, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Sebanyak 100 anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan rentan secara sosial menjadi siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekolah tersebut.
Sekolah rakyat merupakan salah satu program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan serta membuka akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan sekolah rakyat di Kota Medan dikoordinasikan oleh Dinas Sosial Kota Medan, dengan memanfaatkan fasilitas Balai Sentra Bahagia yang selama ini berfungsi sebagai pusat pelayanan sosial. Lokasi ini dinilai representatif karena telah memiliki sarana pendukung seperti ruang belajar, asrama, serta tenaga pendamping sosial.
"Sekolah rakyat merupakan program pendidikan secara gratis untuk anak yang kurang mampu secara ekonomi atau sosial,dari sekolah dimulai pukul 07.00 WIB- 15.00 WIB, yang memberikan fasilitas gratis serta lengkap seperti ruangan kelas, buku, kipas angin, asrama putra putri, perpustakaan, UKS, musala, lapangan olahraga, lab, aula, laptop untuk siswa, smartboard, makanan bergizi," ujar wakil kepala sekolah bidang humas, Khairul Hasyim Haloho, Sabtu (1/2/2026).
Tak cuma itu, sekolah juga menyediakan barang-barang pribadi untuk siswa. Mulai dari pakaian hingga pembalut bagi siswi.
"Bahkan barang pribadi juga diberikan secara gratis seperti pakaian, pembalut, serta para tenaga pendidik dan pendamping profesional yang siap membimbing anak," katanya.
Sekolah Rakyat di Medan. (Olivia/detikSumut) |
Khairul mengatakan, sekolah rakyat terbuka untuk seluruh agama di Indonesia dan melalui program sekolah rakyat tersebut,berhasil membawa dampak positif terhadap mental dan masa depan anak yang lebih baik.
Para siswa tinggal di asrama. Kemudian bangun tidur dan beraktivitas langsung masuk kelas dan belajar. Menurut Khairul, tak sedikit siswa yang berubah kebiasaannya setelah tinggal di sekolah rakyat.
"Para siswa disini akan tinggal di asrama dan setelah dipantau, banyak anak yang sudah berubah menjadi lebih baik,dari yang dulu punya kebiasaan buruk seperti malas belajar, berbicara tidak sopan, terpengaruh dengan lingkungan buruk.Lalu semenjak tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan di sekolah rakyat, anak tersebut menjadi tumbuh lebih rajin, berbicara lebih sopan, tidak melawan orang tua, serta dipastikan lebih mempunyai masa depan yang lebih baik. Anak yang dulu tidak bisa membaca ataupun terkendala dalam membaca, sekarang sudah bisa membaca dengan lancar, walaupun masih ada beberapa yang terkendala membaca kalimat, tapi sudah punya kemajuan yang sangat baik," kata Khairul.
Sekolah rakyat tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengedepankan pembinaan karakter, kedisiplinan, nilai kebangsaan, serta keterampilan hidup dengan ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh para siswa.Para siswa tetap mendapatkan kurikulum setara pendidikan SMP agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Selain tenaga pendidik, siswa juga mendapatkan pendampingan dari pekerja sosial untuk membantu penguatan mental, motivasi belajar, serta pembentukan sikap dan perilaku positif.
Para siswa juga mendapatkan dukungan kebutuhan dasar selama mengikuti program, sehingga dapat lebih fokus dalam menjalani proses belajar mengajar. Pemerintah berharap, melalui Sekolah rakyat, anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik.
Hadirnya sekolah rakyat berkomitmen untuk, menghadirkan pendidikan yang adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat kecil, sekaligus mendukung visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Indonesia.
(nkm/nkm)












































