Menteri PU: Bagaimanapun Caranya, Saya Harus Membuat Presiden Tersenyum

Menteri PU: Bagaimanapun Caranya, Saya Harus Membuat Presiden Tersenyum

Arfah - detikSumut
Jumat, 30 Jan 2026 15:50 WIB
Menteri PU Doddy Hanggodo saat diwawancarai di Padang, Sumatera Barat
Foto: Menteri PU Doddy Hanggodo saat diwawancarai di Padang, Sumatera Barat (Ahmad Arfah/detik)
Padang -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tidak ingin melihat Presiden Prabowo Subianto menangis karena melihat rakyat kesusahan. Ia pun ingin membuat Presiden tersenyum.

Hal itu disampaikan Dody saat berbicara mengenai perasaannya menjadi Menteri PU selama satu tahun terakhir. Awalnya, Dody menyampaikan rasa bahagianya menjadi salah satu menteri di Kabinet Merah Putih.

"Senang sih, bahagia sih. Beda suasana lah, beda tim kerja lah. Menurut saya menyenangkan. Paling tidak apa yang saya kerjakan hari ini bermanfaat bagi masyarakat," ujar Dody di Padang, Kamis (30/1/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody menyebut masalah yang sering dia hadapi adalah koordinasi. Namun, persoalan itu tidak terlalu berat karena sejak awal menjabat para Menteri sudah dikumpulkan Presiden Prabowo.

ADVERTISEMENT

"Hampir nggak ada, paling masalah koordinasi. Itu hebatnya Pak Prabowo Subianto, kita dikumpulin di Magelang, itu amat sangat membantu. Sekarang itu, saya dengan mudah menelepon kementerian/lembaga lain, dengan siapapun, dengan mudah, saya bisa telepon Panglima TNI kapanpun," ungkapnya.

Terkait koordinasi yang lebih mudah karena sudah mengikuti retreat di Magelang, Dody mencontohkan saat dia membantu menangani bencana alam di Tapteng. Saat di bandara, Dody mendapatkan keluhan soal kekurangan bahan bakar minyak jenis solar dan dapat langsung diatasi.

"Saya masih ingat saat bencana pertama kali terjadi. Saya sengaja tidak bersama Presiden Prabowo, saat di Bandara Pinang Sori Sibolga, yang dikelola oleh TNI AU karena jadi basis pengiriman bantuan. Saya turun pesawat, hilang semua, nggak ada sinyal, nggak apa-apa, solar gak ada, hanya untuk satu hari. Saya lalu minta hotspot kepala bandara, saya telepon lah Dirut Pertamina," jelasnya.

Dody kemudian mengatakan ingin terus bekerja membantu penanganan bencana. Dia mengaku ingin membantu Presiden Prabowo untuk menangani kesusahan yang dialami masyarakat.

"Filosofi bekerja, kalau bencana, bagaimana masyarakat terdampak itu , bisa pulih kembali. Kalau Pak Presiden Prabowo itu, kalau rakyatnya kesusahan, dia itu nangis. Jadi tugas saya, salah satu sebagai pembantu beliau, harus membuat bos saya tersenyum, nggak boleh nangis, tugas, gimana caranya," sebut Dody.

"Kalau saya tidak bisa jaga dan beliau tetap nangis, yang bodoh saya, bukan bos saya. Jadi nggak perlu diperintah, nggak perlu. Saya sudah lihat sendiri bagaimana beliau menangis saat melihat rakyatnya susah," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Melihat Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya Garapan Waskita Karya"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads