5 Keistimewaan Umrah: Janji Allah yang Wajib Diketahui

Hanif Hawari - detikSumut
Jumat, 05 Des 2025 09:00 WIB
Foto: Arabian Business
Medan -

Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan spiritual ke Tanah Suci, tetapi juga sarat dengan keutamaan yang dijanjikan langsung oleh Allah SWT. Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa umrah menyimpan ganjaran besar bagi siapa pun yang menunaikannya dengan niat ikhlas dan sesuai tuntunan syariat.

Banyak orang belum menyadari bahwa di balik setiap rangkaian ibadah umrah, tersimpan janji-janji Allah yang luar biasa, mulai dari penghapusan dosa hingga jaminan rezeki. Keistimewaan ini menjadi bukti bahwa umrah bukan ibadah biasa, melainkan bentuk kedekatan hamba kepada Tuhannya yang penuh rahmat dan ampunan.

Keutamaan Umrah

Dikutip detikHikmah dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3 karya Imam An-Nawawi, buku Road to Jannah oleh Robi Afrizan Saputra dan beberapa sumber lainnya, berikut lima keutamaan umrah berdasarkan riwayat yang sahih.

1. Menghilangkan Kemiskinan

Umrah dan haji yang dilakukan berulang dapat menyingkirkan kemiskinan. Baik secara lahir maupun batin.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Lakukanlah haji dan umrah secara berurutan karena keduanya menghapuskan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga." (HR An-Nasai, Tirmidzi, dan Ahmad)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud "menghilangkan kemiskinan" bukan hanya kecukupan harta, tetapi juga kelapangan hati dan ketenteraman jiwa.

2. Diampuni Dosa

Umrah menjadi salah satu bentuk kafarah, yakni penghapus kesalahan yang terjadi di antara dua ibadah umrah. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Umrah ke umrah berikutnya merupakan penghapus dosa di antara keduanya. Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga." (Muttafaqun 'alaih.)

Hadits lain juga menegaskan bahwa jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Saat mereka memohon ampunan, Allah akan mengampuni mereka.

"Orang-orang yang haji dan orang-orang yang pergi 'Umrah adalah utusan Allah, jika mereka berdo'a kepada-Nya, niscaya Ia akan mengabulkan mereka, dan jika mereka meminta ampun, niscaya Ia akan mengampuni mereka." (HR Ibnu Majah).

3. Umrah sebagai Bentuk Jihad bagi Muslimah

Bagi perempuan yang tidak ikut serta dalam jihad perang, umrah dan haji menjadi bentuk jihad yang dianjurkan. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Aisyah RA bertanya kepada Nabi SAW apakah jihad wajib bagi wanita. Beliau menjawab:

"Ya, bagi mereka ada jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah."

Ini menegaskan tingginya nilai spiritual umrah, terutama bagi perempuan.



Simak Video "Video Kemenhaj Bongkar Trik Mafia Haji yang Serang Balik Pemerintah!"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork