Lika-liku Perjalanan Muhadi Terdampar di Sumut hingga Pulang Kampung

Tim detikSumut - detikSumut
Kamis, 30 Jun 2022 12:06 WIB
Lika-liku Perjalanan Muhadi Terdampar di Sumut hingga Pulang Kampung
Muhadi (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Medan -

Muhadi (72) seorang kakek asal Tulunggagung, Jawa Timur tengah ramai diperbincangkan. Sebabnya Muhadi selama 30 tahun terpisah dari keluarganya dan terdampar seorang diri di Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Dibantu personel Polres Labuhanbatu akhirnya Muhadi bisa kembali ke kampung halamannya untuk bertemu keluarga setelah terpisah hingga 30 tahun lamanya.

Selama hidup di Labuhanbatu, Muhadi tinggal seorang diri di sebuah gubuk sederhana. Dia pun menjalani hidup dengan mencari nafkah seadanya.


Muhadi mulai berpisah dengan keluarganya tahun 1992 lalu. Saat itu Muhadi ingin pergi ke Malaysia untuk mencari nafkah.

Niat pergi ke negeri jiran dilakukan Muhadi dengan jalur ilegal dari perairan Sumatera. Namun, setibanya di Sumatera, Muhadi malah ditipu oleh sejumlah orang yang mengajaknya dan meninggalkannya Tanjung Balai.

Sejak saat itu, Muhadi tidak pulang ke Jatim. Karena Muhadi tidak tahu bagaimana caranya pulang.

Informasi tentang Muhadi yang hidup sendiri dan terpisah dari keluarga selama 30 tahun sampai ke telinga Aiptu Haris Fadillah, anggota kepolisian dari Polres Labuhanbatu.

Haris mengaku mengetahui kisah kakek ini dari salah seorang kenalannya, yang bekerja di perkebunan tempat kakek Muhadi berada. Awalnya kenalannya ini merasa iba melihat kakek Muhadi, yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk sederhana.

"Jadi kawan saya ini bertanya ke kakek itu tentang asal-usul nya, dan segala macamnya. Lalu diceritakan lah oleh kakek itu, yang kemudian diteruskan kepada saya," kata Haris, Sabtu (25/6/2022) malam.

Berbekal informasi itu, Haris kemudian menghubungi rekannya sesama polisi yang bertugas di Tulunggagung. Temannya ini kemudian menyambungkan Haris dengan Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa yang disebutkan kakek tersebut.

Dari informasi Haris, Bhabinkamtibmas itu berhasil menemukan salah satu anak kakek Muhadi. Yang kemudian dihubungi Haris, untuk memastikan kebenaran pengakuan kakek Muhadi.

"Setelah yakin pengakuan kakek itu benar, saya minta kawan saya itu untuk ke rumah bersama kakek itu. Terus saya sambungkan video call ke anaknya, dan setelah melihat itu saya semakin yakin bahwa mereka memang terpisah," ungkapnya.

Selanjutnya Haris melaporkan terkiat peristiwa tersebut kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti. Mendapat laporan dari Haris, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti langsung menjemput Muhadi dari desa Aek Korsik, Aek Kuo, Labuhanbatu Utara.

"Jadi beliau ini sampai di Labuhanbatu karena ingin bekerja di Malaysia, namun dia ditinggal oleh teman-temannya, sehingga tidak tahu cara pulang sampai 30 tahun," kata Anhar.

Anhar menawarkan untuk membiayainya Muhadi pulang ke Jatim. Saat ini Muhadi tinggal di rumah dinas Kapolres Labuhan Batu menunggu jadwal kepulangan ke Jatim. Muhadi direncanakan akan pulang ke Jatim menggunakan pesawat Selasa (28/6).

"Perjalanannya pulang ke Jatim akan didampingi oleh seorang personil Labuhanbatu. Tadi disana kita terpaksa menunggu beberapa jam, karena mencari KTP nya, sebagai syarat untuk terbang (naik pesawat). Beruntung setelah dibantu berbagai pihak kita bisa dapatkan nomor NIK nya," jelas Anhar.