Cerita Anak Kakek Muhadi Mencari ke Jambi hingga Kehabisan Uang

Tim detikJatim - detikSumut
Senin, 27 Jun 2022 19:55 WIB
kakek muhadi
Ali Fattah (Foto: Adhar Muttaqien)
Medan -

Kakek Muhadi (72) akan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kepulangan Muhadi yang sudah 30 tahun lebih terdampar di Sumatera Utara pun disambut baik oleh keluarga.

Ali Fattah, putra sulung Muhadi mengaku tidak menyangka bisa kembali bertemu dengan ayahnya.

"Alhamdulillah senang sekali, sama saja saya menemukan emas, karena sudah dikabarkan meninggal dunia. Jadi dengan kepulangan bapak sama saja menemukan emas," kata Ali di rumahnya Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek, seperti dikutip dari detikJatim, Senin (27/6/2022).


Ali mengaku keluarga sudah melakukan segala cara untuk mencari Muhadi, keluarga juga sudah mencari ke berbagai tempat, namun Muhadi tidak juga ketemu.

"Saya sudah mencari sampai ke Jambi, tapi akhirnya saya pulang lagi, karena kehabisan biaya," ujarnya.

Ali pun mengucapkan terima kasih kepada warga yang menemukan ayahnya serta Polres Labuhanbatu dan Polres Trenggalek yang memfasilitasi pemulangan ayahnya ke Jawa Timur.

Diberitakan sebelumnya, Muhadi selama 30 tahun terlantar di Sumatera Utara. Dia terpisah dari keluarganya sejak tahun 92 saat ingin pergi mencari nafkah ke Malaysia.

Niat pergi ke negeri jiran dilakukan Muhadi dengan jalur ilegal dari perairan Sumatera. Namun, setibanya di Sumatera, Muhadi malah ditipu oleh sejumlah orang yang mengajaknya dan meninggalkannya Tanjung Balai.

Sejak saat itu, Muhadi tidak pulang ke Jatim. Karena Muhadi tidak tahu bagaimana caranya pulang. 30 tahun Muhadi menjalani hidupnya dengan mencari nafkah seadanya.

Memenuhi kebutuhan dengan bekerja serabutan. Hingga akhirnya, salah seorang personel polisi di Labuhanbatu bernama Aiptu Haris Fadillah mengetahui kabar tentang Muhadi.



Simak Video "Pendapat Masyarakat Jawa Timur Mengenai Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)