Musim libur sekolah telah tiba dan Palembang bisa menjadi salah satu tujuan untuk rekreasi atau berwisata. Salah satu tempat yang wajib disambangi adalah wisata sekitar Ampera dan Sungai Musi.
Jembatan Ampera yang membentang luas di semenanjung Sungai Musi menjadi ikonik di Kota Palembang. Kemewahan jembatan ini bukan hanya karena memiliki nilai sejarah, melainkan dianggap seperti "London Bridge".
Julukan itu muncul karena kemegahan Ampera saat malam hari yang terlihat semakin estetik. Selain itu, di sekitar Ampera dan Sungai Musi ada beberapa tempat wisata yang mesti dikunjungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7+ Wisata Sekitar Ampera dan Sungai Musi
1. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I
Masjid Agung Palembang Foto: Irawan |
Tidak jauh dari Jembatan Ampera, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I berdiri dengan arsitektur yang memadukan budaya lokal, Tiongkok, dan Eropa. Tempat ibadah yang telah berusia ratusan tahun ini bukan hanya pusat kegiatan religi, tetapi juga simbol toleransi dan akulturasi budaya yang kuat di Palembang.
Keberadaannya dekat dengan tepi sungai membuatnya mudah diakses dan menjadi titik penting dalam kunjungan wisata. Pengunjung dapat melakukan ibadah di sini di sela sela berlibur di Palembang.
2. Kompleks Pemakaman Kawah Tekurep
Makam Kawah Tengkurep Foto: Dok. Giwang Sumsel |
Situs sejarah Kompleks Pemakaman Kawah Tekurep berada cukup dekat dengan Sungai Musi. Tepatnya di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II. Kalau dari Jembatan Ampera cukup jauh, sekitar 4 kilometer.
Tempat ini merupakan makam para raja dan tokoh Kesultanan Palembang Darussalam. Dilansir dari website Giwang Sumsel, makam kawah tekurep dibangun pada 1728.
Kunjungan ke sini memberikan kesempatan untuk mendalami sejarah Kesultanan yang pernah berjaya di kawasan ini. Struktur makam dengan arsitektur khasnya menawarkan pelajaran sejarah yang menarik.
Makam ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid Agung Palembang. Di sini terdapat makam Sultan Mahmud Badaruddin beserta Ratu Sepuh dari Demak, Ratu Gading, Ratu Mas Ayu, dan Nyai Mas Naimah.
3. Kampung Kapitan
Kampung Kapitan Palembang Foto: Widia Ardhana |
Sungai Musi sejak dahulu kala menjadi urat nadi permukiman tradisional yang multietnis. Salah satu saksi bisu keharmonisan tersebut adalah Kampung Kapitan.
Destinasi ini merupakan kawasan cagar budaya yang merekam jejak sejarah komunitas Tionghoa pertama di Palembang. Di tempat ini, pengunjung masih bisa menyaksikan secara langsung deretan rumah panggung kayu kuno bergaya oriental yang masih terawat rapi, menyimpan kisah kepemimpinan para kapitan pada masa kolonial.
4. Kampung Arab Al-Munawar
Suasana Rumah Bingen di Kampung Al-Munawar, Kampung Arab Palembang. Foto: Sabrina Adliyah/detikcom |
Tidak jauh dari pemukiman Tionghoa, terdapat Kampung Al-Munawar yang dikenal luas sebagai Kampung Arab penunjang wisata religi di Palembang. Kampung tua yang terletak tepat di tepian Sungai Musi ini menyuguhkan suasana yang sangat eksotis.
Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut oleh deretan rumah panggung kayu khas Melayu yang dihiasi ukiran-ukiran Arab klasik. Berjalan-jalan menyusuri gang sempit di kampung ini akan memberikan Anda pemahaman mendalam tentang bagaimana masyarakat keturunan Arab di Palembang hidup berdampingan secara harmonis dengan ekosistem sungai.
5. Pasar Sekanak
Di Pasar Sekanak merupakan pasar dengan bangunana bangunan tua yang enjadi ciri khasnya. Bangunan seperti Jembatan Sungai Sekanak, deretan bangunan tua, gedung Jacobson dan lainnya menjadi semakin menambah kesan bagi pengunjung.
Pada awalnya, Sekanak merupakan anak sungai Musi yang bermuara di sekitar pasar sekanak. Berbagai restoran dan warung makan yang menyajikan hidangan seperti pempek, tekwan, dan pindang patin banyak ditemukan di sepanjang tepian sungai.
Pasar Sekanak, yang berada di dekat Jembatan Ampera, seringkali menjadi pusat kegiatan kuliner dan seni, terutama pada akhir pekan. Selain itu, beberapa operator wisata menawarkan makan malam di atas perahu, menyajikan hidangan lezat sembari menikmati gemerlap lampu Jembatan Ampera di malam hari.
Sensasi menyantap makanan lokal sambil berlayar di atas sungai memberikan nilai tambah yang unik pada pengalaman berwisata.
6. Pulau Kemaro
Wisatawan padati Pulau Kemaro hingga puncak perayaan Cap Go Meh Foto: Amir Yusuf |
Di tengah aliran Sungai Musi, terdapat sebuah pulau kecil dengan legenda menarik, yaitu Pulau Kemaro. Pulau Kemaro memiliki makna pulau yang tidak pernah tergenang air.
Destinasi ini menjadi salah satu daya tarik utama yang harus dikunjungi. Di pulau ini, terdapat pagoda sembilan lantai yang menjulang tinggi. Selain itu, ada sebuah klenteng yang masih aktif dikunjungi, terutama saat perayaan Imlek.
Legenda cinta tragis antara seorang putri Palembang dan saudagar Tiongkok menjadi kisah yang diceritakan turun-temurun, menambah aura mistis dan romantis pada pulau ini.
Akses ke pulau ini hanya bisa dilakukan menggunakan perahu ketek, menjadikannya petualangan singkat yang menyenangkan di atas air. Namun, jika pengunjung datang ke Palembang bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh, dapat melalui jalur darat dan menyebrang lewat jembatan penyebrangan yang disediakan oleh panitia pelaksanaan Cap Go Meh.
7. Benteng Kuto Besak (BKB)
Kemenbud Minta Pengembangan Benteng Kuto Besak Dilakukan Secara Hati-hati Foto: Kemenbud |
Salah satu yang terkenal di Palembang adalah BKB atau Benteng Kuto Besak. BKB merupakan banguana besar keraton yang menjadi pusat kesultanan Palembang.
Dilansir dari website Pemerintah Palembang, BKB sudah ada sejak abad 18 dan letaknya tepat di tepi Sungai Musi. Selain berkunjung untuk berlibur, BKB juga sering digunakan sebagai tempat acara budaya dan hiburan.
Pengunjung bisa melakukan rekreasi di sini, bahkan mencoba naik ketek untuk sekadar keliling menyusuri sungai musi. Di BKB pengunjung juga akan menemukan tugu patung ikan belida yang besar
8. Aktivitas Susur Sungai
Sungai Musi memiliki peran penting dalam denyut ekonomi masyarakat Palembang. Selain menjadi ikon kota, sungai ini juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang terus hidup dari pagi hingga malam hari. Foto: Gilang Faturahman/detikFoto |
Inti dari perjalanan wisata di Palembang adalah kegiatan menyusuri sungai. Menyewa perahu ketek adalah cara terbaik untuk melihat secara langsung berbagai destinasi yang tersebar di sepanjang tepi sungai.
Perjalanan ini memberikan perspektif yang berbeda tentang Palembang, melihat kawasan pemukiman, pabrik, hingga mencari spot foto terbaik. Saat ini ada sangat banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung saat berada di sisi sungai.
Mulai dari naik perahu, makan di cafe terapung, mencoba kuliner, memancing atau sekadar duduk menikmati angin sungai sembari melihat hilir mudik kapal. Sungai Musi menawarkan lebih dari sekadar pemandangan air.
Dari Jembatan Ampera yang ikonik, situs-situs bersejarah dan religi yang kaya makna, hingga kampung-kampung tradisional. Setiap wisata di sekitar Sungai Musi menjanjikan pengalaman yang berkesan.
Berbagai tempat ini menyajikan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan warisan budaya. Keberadaan sungai ini sebagai jalur utama memastikan bahwa setiap sudut kota yang dilaluinya memiliki kisah unik untuk diceritakan kepada para pengunjung.
Nah, itulah daftar rekomendasi tempat wisata menarik di sekitar Ampera dan Sungai Musi yang siap memeriahkan momen liburan sekolah Anda tahun ini. Selamat berlibur ke Palembang ya, detikers!
Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)







