Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) dari berbagai kabupaten dan kota memiliki olahan cita rasa pindang yang beragam. Kuliner khas tersebut menjadi makanan favorit saat ada acara besar maupun hidangan sehari-hari. Sudahkah detikers mengetahui jenis-jenis pindang di Sumsel?
Berdasarkan laman Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Kemendikbudristek, istilah "pindang" merujuk pada metode pengolahan makanan tradisional dengan cara direbus bersama bumbu khas yang identik dengan rasa asam, pedas, dan segar. Kuliner ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sumsel.
Secara historis, keberadaan pindang di Sumsel tidak lepas dari letak geografisnya yang dialiri sembilan sungai besar atau yang dikenal sebagai Sungai Batanghari Sembilan. Dahulu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai mengandalkan hasil tangkapan ikan sungai seperti patin, baung, dan gabus.
Cara Memasak Pindang
Teknik memasak pindang muncul sebagai bentuk kearifan lokal untuk menghilangkan aroma amis ikan sungai. Oleh karena itu, masyarakat memanfaatkan rempah daun dan buah-buahan berasa asam yang tumbuh di pinggiran sungai.
Seiring berjalannya waktu, teknik ini berevolusi menjadi identitas khas dari wilayah masing-masing, mulai dari wilayah Meranjat di Ogan Ilir hingga Musi Rawas di bagian barat provinsi.
Simak Video "Video: Melihat Kondisi Sentra Produksi Pindang Salem di Tasikagung Rembang"
(mep/mep)