Polda Sumsel sedang menangani 20 korporasi terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Sriwijaya. Ada empat penambahan korporasi yang diduga juga terlibat dalam karhutla di Sumsel.
Kapolda Sumsel Irjen Rony Samtana mengatakan saat ini sudah ada 62 laporan polisi terkait karhutla yang sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan, termasuk pihak korporasi.
"Beberapa hari lalu ada 58 laporan polisi yang naik sidik, per hari ini sudah ada 62. Dari 62 tersebut, 20 adalah pihak korporasi yang sudah kita naikan penyidikannya," katanya, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan saat ini dirinya belum dapat menjelaskan identitas empat pihak korporasi yang sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan. Menurutnya, hal tersebut akan disampaikan dalam pers rilis yang akan dilaksanakan beberapa hari ke depan.
"Iya ada penambahan dari 16 (korporasi) menjadi 20 korporasi. Terkait identitasnya saya belum dapat, nanti akan kita rilis," ujarnya.
Sebelumnya, Polda Sumsel sudah menetapkan satu korporasi atau perusahaan menjadi tersangka terkait karhutla di wilayah Sumsel.
"Ada 16 korporasi yang sudah naik ke sidik, dengan 17 TKP artinya ada satu korporasi yang di lokasinya terjadi dua kali kebakaran. Kemudian terkait PT berinisial RAS modusnya yakni tidak memiliki atau tidak menyiapkan peralatan dan sarana prasarana, anggaran sumber daya yang sesuai dengan standar yang sudah diamanahkan oleh peraturan menteri pertanian," kata Kapolda Sumsel Irjen Rony Samtana saat pers rilis di Mapolda Sumsel, Kamis (15/10).
"Berdasarkan hasil penyelidikan kami PT RAS ini tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang diperintahkan tersebut," sambungnya.
Penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, mereka tidak memenuhi persyaratan yang telah dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan terkait penanganan karhutla. Dalam penetapan tersebut, polisi menetapkan seorang pejabat di perusahaan tersebut sebagai tersangka.
"Korporasinya adalah PT berinisial RAS. Namun korporasi pasti ada penanggung jawabnya, nah penanggung jawabnya ini berinisial FS jabatannya sebagai direktur operasional PT RAS," ujarnya.
