Korban Tewas Bentrok 2 Desa di OKI Bertambah Jadi 3 Orang, 2 Pelaku Diamankan

Sumatera Selatan

Korban Tewas Bentrok 2 Desa di OKI Bertambah Jadi 3 Orang, 2 Pelaku Diamankan

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Selasa, 20 Okt 2026 14:30 WIB
Polres OKI mengamankan dua desa yang bentrok
Polisi mengamankan dua desa yang bentrok (Foto: Istimewa/Polres OKI)
OKI -

Korban tewas akibat bentrok dua desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bertambah menjadi tiga orang. Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua orang pelaku.

Diketahui bentrokan tersebut terjadi di kawasan Pasar Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres OKI Iptu Raka Dwi Darma mengatakan akibat kejadian bentrok tersebut ada dua orang tewas berinisial W (50), dan F (18). Sebelumnya, DP (30) meninggal dunia setelah sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya betul, Pak (korban tewas 3 orang). Peristiwa ini sangat kami sesalkan karena perselisihan yang bermula di media sosial berujung pada jatuhnya korban jiwa," katanya, Selasa (20/10/2026).

ADVERTISEMENT

Dari informasi dari pihak kepolisian, kejadian bermula siaran langsung dari salah satu terduga pelaku N, yang diduga menyindir Kepala Desa Bumi Agung dan ditanggapi oleh korban W.

Perselisihan berlanjut melalui pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk, pada Kamis malam.

"Melalui pesan WA tersebut, kedua belah pihak saling menantang hingga akhirnya sepakat berjanji untuk bertemu di jembatan Pasar Tanjung Lubuk," ujarnya.

Saat berada di lokasi yang telah ditentukan, kedua kelompok langsung saling menyerang mengakibatkan tiga orang akibat mengalami luka parah.

Dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan dua orang berinisial MDA (28), dan N (53). Keduanya diamankan sekitar pukul 22.30 WIB setelah bentrokan yang menewaskan dua orang itu terjadi.

"Kami berhasil menyita barang bukti senjata tajam berupa pisau, parang dan celurit. Saat ini masih terus kami lakukan penyelidikan," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads