Noval Pamenangan (16) tak menyadari lehernya telah ditusuk saat menjadi korban perampokan di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam kejadian itu, temannya, Ahmad Miftahudin (22) warga Lampung tewas setelah diserang para pelaku.
Noval kini masih menjalani pemulihan setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Dia telah diperbolehkan pulang, tetapi keluarganya masih memikirkan biaya pengobatan yang mencapai Rp 41 juta.
Saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Sukarami, Palembang, Rabu (14/10/2026), Noval menceritakan detik-detik dirinya diserang para pelaku. Dia mengaku sempat dipukul hingga terjatuh, tetapi tidak merasakan adanya tusukan di lehernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malam kejadian saya dipukul dan terjatuh. Saya tidak merasakan kalau leher saya sudah ditusuk pelaku," kata Noval.
Setelah kejadian itu, Noval melarikan diri ke arah Pasar 26 Ilir. Di sana, dia bertemu dengan seorang pedagang pecel lele yang kemudian memberikan pertolongan bersama Miftahudin. Noval sempat dibawa ke RS AK Gani sebelum dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Setelah menjalani operasi leher, sudah dua hari ini saya pulang ke rumah dan tanggal 15 nanti saya kontrol lagi," ujarnya.
Noval kemudian menceritakan awal kejadian. Saat itu, dia bersama Miftahudin dan seorang teman lainnya, Niko, baru pulang menonton balap di kawasan Kambang Iwak. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 03.50 WIB.
Miftahudin dan Niko berboncengan menggunakan motor, sedangkan Noval mengendarai motor sendirian. Namun, motor Noval sempat tidak bisa dinyalakan sehingga kedua temannya membantu.
Ketika melintas di Jalan KH Ahmad Dahlan, mereka tiba-tiba dipepet empat unit motor yang ditumpangi delapan orang.
"Tiga pelaku yang sudah ditangkap itu menggunakan motor NMax warna merah. Mereka langsung memepet kami, turun dari motor, dan meminta uang," tutur Noval.
Menurut Noval, para pelaku kemudian menendang sepeda motor mereka setelah permintaan uang tidak dipenuhi. Miftahudin sempat melakukan perlawanan, tetapi dikeroyok dan ditusuk. Sementara itu, Niko berhasil melarikan diri.
Noval mengaku turut dipukul dan sempat melawan. Namun, setelah terjatuh, dia tidak menyadari bahwa lehernya telah terluka akibat tusukan.
"Saat itu saya juga dipukul dan sempat melawan. Saat terjatuh di motor, saya tidak sadar sudah ditusuk di bagian leher. Setelah itu para pelaku langsung kabur meninggalkan kami," katanya.
Di tengah proses pemulihan Noval, keluarganya masih menghadapi persoalan biaya pengobatan. Ibu Noval, Siti Juairiah, berharap ada bantuan dari Pemerintah Kota Palembang maupun masyarakat untuk meringankan beban keluarganya.
Siti mengaku total biaya perawatan anaknya di rumah sakit mencapai Rp 41 juta. Namun, keluarga baru mampu membayar Rp 4 juta sehingga masih ada kekurangan Rp 37 juta.
"Mohon bantuannya kepada Wali Kota Palembang agar dapat membantu biaya pengobatan anak kami yang menjadi korban kriminal," kata Siti sambil menangis.
Dia berharap biaya tersebut dapat segera diselesaikan karena Noval dijadwalkan menjalani kontrol kembali pada 15 Oktober.
Kuasa hukum Noval, Conie Putri Pamelia, mengatakan kliennya telah diperbolehkan pulang meski biaya pengobatan belum lunas. Menurutnya, KTP dan kartu keluarga kedua orang tua Noval dijadikan jaminan kepada pihak rumah sakit.
"Total biaya yang harus dibayarkan selama di rumah sakit sebesar Rp 41 juta. Orang tua korban baru membayar Rp 4 juta. Sisanya belum terbayar dan keluarga berharap ada bantuan untuk meringankan biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Conie.
Conie juga meminta pemerintah membantu keluarga korban yang masih menanggung biaya perawatan setelah mengalami tindak kejahatan.
Di sisi lain, pihaknya berencana membuat laporan polisi tersendiri terkait kejadian yang dialami Noval. Langkah itu dilakukan agar kasus yang menimpa Noval dapat ditangani dan pelaku lain yang terlibat bisa ditangkap.
"Kita mau buat laporan terpisah karena untuk korban Miftahudin sudah meninggal, sementara klien kami ini selamat dan masih di bawah umur. Jadi kami akan membuat laporan sendiri agar pelaku lainnya dapat tertangkap dan segera diadili," tegasnya.
