Cekcok HP Digadai Jadi Sebab Remaja di Muara Enim Dibunuh-Motor Digadai

Sumatera Selatan

Cekcok HP Digadai Jadi Sebab Remaja di Muara Enim Dibunuh-Motor Digadai

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 08 Okt 2026 12:30 WIB
Penemuan jasad remaja di kebun Muara Enim
Penemuan jasad remaja di kebun Muara Enim. (Foto: Dok. Polres Muara Enim)
Muara Enim -

Polisi mengungkap dugaan pembunuhan dan perampokan AM (15) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Persoalan handphone yang digadai disebut jadi pemicu. Korban dan pelaku bernama Pandino Wijaya (26) merupakan teman.

Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M Andrian mengatakan keduanya terlibat cekcok setelah HP milik korban yang digadaikan kepada pelaku ternyata diagunkan kembali ke pihak lain.

"Mereka berteman, korban menggadai HP-nya ke pelaku. Ternyata HP korban digadai lagi oleh pelaku ke orang lain. Kemudian mereka cekcok, karena HP korban tidak ada, uang juga tidak ada," kata Andrian, Kamis (8/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terungkap peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Lokasi kejadian tidak jauh dari penemuan mayat di kebun ubi Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Saat cekcok, korban disebut hendak mengeluarkan pisau.

Namun, sebelum korban sempat mengeluarkan pisau, pelaku lebih dulu melakukan kekerasan. Pandino memukul korban kemudian melilitkan tali ke leher.

ADVERTISEMENT

"Pelaku melihat korban akan mengeluarkan pisau. Belum sempat mengeluarkan pisau, pelaku sudah duluan memukul korban dan mengimpit. Kemudian (pelaku) melilit tali jas hujan ke leher korban," ujarnya.

Korban kemudian tewas setelah lehernya dililit menggunakan tali. Setelah itu, pelaku menyeret jasad korban ke semak-semak sekitar 5 meter ke lokasi tempat korban ditemukan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, jasad korban diseret sejauh kurang lebih 5 meter dari lokasi awal kejadian hingga ke semak-semak. Jasad tersebut kemudian baru ditemukan sekitar 11 hari kemudian,"ungkapnya.

Pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, dua warga yang berada di sekitar kebun ubi mencium aroma tidak sedap. Mereka kemudian mencari sumber bau tersebut.

Warga akhirnya menemukan jasad korban di semak-semak dalam kondisi sudah tinggal tulang-belulang. Selain itu, ditemukan pakaian dan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada polisi. Saat itu, ibu korban sebelumnya telah melaporkan AM hilang dan tidak pulang ke rumah selama lebih dari satu minggu lebih. Kepala Desa Suka Jaya kemudian menghubungi ibu korban terkait penemuan jasad tersebut.

Ibu korban bersama suaminya lalu mendatangi lokasi. Mereka mendapati kondisi korban sudah tinggal tulang-belulang dengan bagian kepala terpisah dari badan sekitar tiga meter.

Korban kemudian dikenali melalui pakaian yang masih melekat. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani autopsi.

"Hasil pemeriksaan, korban tewas akibat benda tumpul," kata Andrian.

Setelah membunuh korban, pelaku juga membawa sepeda motor Yamaha Mio M3 milik korban. Motor tersebut kemudian digadaikan kepada orang lain.

"Uang hasil gadai motor itu digunakan pelaku untuk biaya melarikan diri menuju Jawa Barat," tambahnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengarah kepada Pandino. Pelaku akhirnya ditangkap pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di Jawa Barat.

"Saat ditangkap, Pandino sedang berada di rumah pacarnya. Polisi kemudian membawa tersangka ke Polsek Gelumbang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Andrian.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor Yamaha Mio M3 milik korban, sebilah pisau, tali sepanjang sekitar 120 sentimeter yang disebut milik tersangka, serta pakaian korban.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mendalami seluruh rangkaian pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan tersebut," pungkasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads