Polisi Tangkap Pembunuh Remaja di Muara Enim Sembunyi di Jawa Barat

Sumatera Selatan

Polisi Tangkap Pembunuh Remaja di Muara Enim Sembunyi di Jawa Barat

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 08 Okt 2026 11:30 WIB
Ilustrasi penangkapan, ilustrasi borgol
Ilustrasi borgol (A.Prasetia/detikcom)
Muara Enim -

Diduga pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap AM (15) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ditangkap polisi. Pelaku Pandino Wijaya (26) ditangkap saat bersembunyi di rumah pacarnya di Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M Andrian membenarkan penangkapan Pandino di Jawa Barat pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polsek Gelumbang untuk menjalani pemeriksaan.

"Alhamdulillah, kami berhasil menangkap pelaku pembunuhan dan perampokan AM di Kecamatan Pacet, Jawa Barat," kata Andrian, Kamis (8/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepeda motor Yamaha Mio B 6198 ZT milik korban, sebilah pisau, dan tali tambang yang diduga digunakan pelaku untuk menjerat leher korban.

"Dari tangan pelaku kami mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio B 6198 ZT milik korban, satu buah pisau dan tali tambang yang digunakan pelaku untuk menjerat leher korban," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kasus pembunuhan itu terungkap setelah warga menemukan jasad korban di kebun ubi di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Saat melintas di lokasi, saksi mencium aroma tidak sedap dan kemudian mencari sumber bau tersebut.

Saksi kemudian menemukan tengkorak, pakaian, dan celana yang diduga milik korban. Temuan itu dilaporkan kepada perangkat desa hingga akhirnya diteruskan ke polisi.

Kepala desa tempat korban tinggal kemudian menghubungi ibu korban. Sebelumnya, ibu korban telah melaporkan AM hilang selama lebih dari sepekan.

"Kades tempat korban tinggal menghubungi ibu korban, mengingat ibu korban melaporkan bahwa anaknya sudah hilang lebih dari satu minggu," jelas Andrian.

Ibu korban bersama suaminya kemudian mendatangi lokasi penemuan jasad. Mereka mendapati kondisi korban sudah tinggal tulang-belulang dengan posisi kepala terpisah dari badan sekitar tiga meter.

Pelapor mengenali korban dari pakaian yang ditemukan di sekitar jasad. Ciri-ciri pakaian tersebut dinilai identik dengan pakaian yang dikenakan sebelum dilaporkan hilang.

"Namun pelapor melihat ciri-ciri pada mayat tersebut identik dengan anaknya yang hilang setelah melihat pakaian yang melekat pada mayat tersebut," katanya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Gelumbang untuk dilakukan penyelidikan. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani autopsi.

"Dari hasil pemeriksaan, korban tewas akibat benda tumpul dan tajam," ungkap Andrian.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads