Kebakaran di TNBS Capai 8 Ribu Hektare, Ancam Habitat Harimau Sumatera

Jambi

Kebakaran di TNBS Capai 8 Ribu Hektare, Ancam Habitat Harimau Sumatera

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Sabtu, 03 Okt 2026 08:30 WIB
Penampakan kebakaran di Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).
Penampakan kebakaran di Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS). (Foto: Dok. Manggala Agni)
Jambi -

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menganalisis luas kebakaran hutan gambut di Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) mencapai 8 ribu hektare. Kejadian itu mengancam habitat harimau Sumatera di kawasan tersebut.

Manager Komunikasi KKI Warsi, Rudi Syaf mengatakan karhutla yang terjadi di bentang alam Berbak Sembilang kian mengkhawatirkan. Api yang sebelumnya berkembang di kawasan Sembilang, Sumatera Selatan, khususnya pada zona tradisional, terus bergerak ke arah utara dan masuk ke wilayah Berbak di Provinsi Jambi. Kebakaran bahkan bergerak menuju zona rimba hingga inti taman nasional yang berada di kawasan Berbak.

"Apa yang terjadi di Sembilang akhirnya menjadi persoalan Berbak, dan ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla gambut harus dilihat sebagai satu kesatuan bentang alam, bukan dibatasi oleh batas provinsi atau kabupaten." kata Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran di kawasan TNBS menjadi semakin memprihatinkan karena kawasan ini merupakan habitat berbagai satwa liar dilindungi. Kini kebakaran mendekati hutan primer yang menjadi habitat harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Dia menilai situasi ini perlu mendapat perhatian. Kawasan tersebut merupakan ruang hidup bagi keanekaragaman hayati, termasuk satwa yang memiliki wilayah jelajah luas dan membutuhkan ekosistem hutan yang relatif utuh.

ADVERTISEMENT

"Kita tentu berharap api tidak sampai menghanguskan habitat harimau. Namun api yang terus menjalar rumah harimau ini tentu menjadi alarm bagi semua pihak. Semoga masih ada peluang untuk menyelamatkan kawasan ini," jelas Rudi.

Dia menyebut wilayah Tanjung Jabung Timur kini menjadi daerah dengan luasan kebakaran terbesar di Provinsi Jambi. Pekan sebelumnya, dalam data analisis KKI Warsi, luasan kebakaran terbesar tercatat di Kabupaten Sarolangun dan Tebo.

"Perubahan ini menunjukkan bahwa dalam satu pekan terakhir kebakaran di kawasan gambut telah mengubah peta sebaran karhutla Jambi. Kebakaran tidak lagi hanya terkonsentrasi pada wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi episentrum, tetapi bergerak semakin kuat ke bentang alam gambut di wilayah timur Jambi," kata Rudi Syaf.

Data KKI Warsi ini berdasarkan hasil analisis spasial dari Citra Sarelit Sentinel2 Divisi Geographic Information System (GIS). Dalam analisis ini telah terjadi penambahan luasan karhutla lebih dari 3 ribu hektare. Sehingga, total lahan dan hutan yang terbakar di Jambi mencapai sekitar 36,8 ribu hektare.

Rudi mengingatkan perkembangan tersebut perlu menjadi perhatian serius karena kebakaran gambut memiliki karakter yang berbeda dengan kebakaran di tanah mineral. Kondisi tersebut terlihat jelas di kawasan TN Berbak Sembilang. Hingga saat ini, berbagai pihak masih melakukan upaya pengendalian kebakaran di kawasan tersebut.

"Kebakaran gambut tidak hanya terjadi di permukaan. Api dapat menjalar di bawah permukaan dan bergerak mengikuti lapisan gambut yang kering. Karena itu, ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut, penanganannya jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu yang panjang," ujar Rudi.

Analisis KKI Warsi menunjukkan bahwa kebakaran tersebar pada berbagai fungsi kawasan, termasuk hutan produksi, hutan produksi terbatas, area penggunaan lain, taman nasional, taman hutan raya, dan hutan lindung.

Adapun rincian luasan kebakaran hutan dan lahan analisis KKI Warsi, berdasarkan kabupaten/kota di Provinsi Jambi sebagai berikut:

1. Tanjung Jabung Timur 8.384 hektare

2. Sarolangun 7.510 hektare

3. Tebo 7.448 hektare

4. Batang Hari 6.392 hektare

5. Tanjung Jabung Barat 3.316 hektare

6. Muaro Jambi 2.064 hektare

7. Bungo 1.451 hektare

8. Merangin 209 hektare

9. Kota Jambi 43 hektare.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads