Siswi SMK di Kota Bengkulu, berinisial SD diamankan polisi karena membuang bayinya dalam selokan. Lantas, bagaimana respons pihak sekolah terkait kejadian itu?
Salah seorang guru SMK mengatakan, SD merupakan siswi yang saat ini tengah mengikuti proses magang di luar sekolah. Selama sekolah, SD pun tidak menunjukkan kondisi mencurigakan, karena saat akan magang setiap siswi di tes kesehatannya dan dia dinyatakan lolos magang.
"Kami kaget saat mengetahui salah satu siswi kami diduga membuang bayi, padahal saat sekolah SD tidak menunjukkan kondisi sedang hamil atau memiliki masalah," kata salah satu guru SMK yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di sekolah, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guru tersebut mengaku, hingga saat ini belum ada pihak kepolisian memberi tahu atau memanggil pihak sekolah terkait kasus siswi buang bayi, oleh karena itu pihak sekolah belum bisa memberikan jawaban soal status siswi tersebut.
"Proses magang ini dilaksanakan selama 6 bulan dan saat ini SD telah menjalankan proses magang selama 3 bulan, kami sangat sedih bila SD benar pelaku yang membuang bayi," jelasnya.
Gurunya menjelaskan, kalau SD termasuk siswi yang rajin dan memiliki banyak teman, namun saat ditanya kepada teman SD, tidak ada yang mengetahui kalau SD tengah hamil.
"Saat ini kami menunggu proses hukum dari pihak kepolisian, saat ini SD duduk di kelas 3 SMK, intinya pihak sekolah akan mengikuti proses hukum yang ada," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan seorang siswi SMK berinisial SD terkait penemuan mayat bayi perempuan di dalam selokan kawasan Bumi Ayu, Kota Bengkulu.
Dari pemeriksaan sementara, bayi tersebut disebut dilahirkan sendiri oleh SD di toilet tempat tinggalnya.
Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri mengatakan SD telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait penemuan bayi tersebut. Kepada polisi, SD juga mengakui bahwa bayi yang ditemukan dalam kantong plastik itu merupakan anaknya.
"Yang bersangkutan sudah diamankan dan masih kita lakukan pemeriksaan untuk mendalami kejadian tersebut," katanya.
Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa sejak SD melahirkan hingga bayi tersebut ditemukan warga di dalam selokan.
