Terduga pembunuh Indo Melvi (24) relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai, Kota Bengkulu, ditangkap. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas.
"Kami telah mengamankan seorang yang diduga ada kaitannya dengan peristiwa ditemukannya mayat korban (relawan SPPG) di sungai," kata Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, AKP Frengky Sirait, Selasa (15/9/2026).
Saat ini, kata Frengky, terduga pelaku masih dalam pemeriksaan pihaknya terkait motif dari aksi yang dilakukannya. Namun, dia belum menyebut identitas dari terduga pelaku yang diamankan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diamankan. Sekarang untuk status yang diamankan masih diperiksa," ungkapnya, Rabu (16/9/2026).
Ada Luka Lebam dan Batu di Pakaian Korban
Frengki mengatakan, saat jasad korban ditemukan terdapat luka lebam pada bagian wajahnya. Selain itu, juga ditemukan batu berukuran sedang berada di dalam pakaiannya.
"Saat diperiksa ada luka lebam bekas benda tumpul, dan ada batu di dalam baju korban saat dievakuasi dari dalam air," ujarnya.
Frengki menjelaskan, masih mendalami temuan luka lebam pada tubuh korban serta batu yang ditemukan di dalam pakaian korban.
Menurutnya, temuan batu tersebut diduga berkaitan dengan upaya membuat tubuh korban tetap berada di dalam air, namun kepastian mengenai rangkaian kejadian masih menunggu hasil penyidikan dan pemeriksaan medis.
"Hasil autopsi masih menunggu," jelas.
Sebelumnya diberitakan, relawan SPPG Padang Serai, Kota Bengkulu, bernama Indo Melvi (24) ditemukan tewas di aliran Sungai Kampung Bahari, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, pada Senin (14/9/2026) siang.
Korban sebelumnya pamit berangkat kerja sekitar pukul 02.30 WIB, namun tak kunjung tiba di tempat kerja. Pihak SPPG kemudian menghubungi keluarga karena korban tidak kunjung datang bekerja.
Keluarga bersama warga lantas melakukan pencarian dengan menyisir jalur yang diduga dilalui korban.
Dalam pencarian tersebut, sepeda motor milik korban ditemukan di semak belukar yang berada tidak jauh dari aliran sungai.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga keluarga dan warga menemukan tubuh korban di aliran sungai.
Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk visum dan autopsi.
