Dua Pelajar di Belitung Timur Ditangkap Setelah Video Pembakaran Lahan Viral

Bangka Belitung

Dua Pelajar di Belitung Timur Ditangkap Setelah Video Pembakaran Lahan Viral

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Minggu, 23 Agu 2026 21:30 WIB
Polisi menunjukkan baju yang digunakan seorang pelaku saat pembakaran lahan.
Polisi menunjukkan baju yang digunakan seorang pelaku saat pembakaran lahan. (Foto: Istimewa/ Polres Beltim)
Belitung Timur -

Video memperlihatkan dua pria di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), melakukan aksi pembakaran lahan kosong viral di media sosial (medsos). Dua pelaku berhasil ditangkap, ternyata dua orang pelajar.

Dalam video yang viral itu, tampak kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor, berpakaian serba hitam. Tiba di TKP, tampak seorang pelaku turun dan langsung membakar lahan di pinggir Jalan Flamboyan Desa Padang, Kecamatan Manggar, Beltim.

Informasi yang dihimpun detikSumbagsel, peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/8). Dua pelaku pembakaran lahan itu berinisial Z dan M, masing-masing berusia 16 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso membenarkan dua pelaku pembakaran lahan yang videonya viral di medsos telah diamankan oleh Polres Beltim.

"Iya benar, kita sudah terima laporan dari Kapolres Beltim. Saat ini dua orang remaja yang diduga melakukan pembakaran lahan kosong yang sempat viral beberapa waktu lalu, sudah diamankan di Mapolres" jelas Kombes Agus kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kata Agus, anak di bawah umur (ABH) itu diamankan Minggu pukul 09.40 WIB di kediamannya masing-masing, oleh Tim URC Satreskrim Polres Beltim. Aksi pelaku viral setelah terekam CCTV di lokasi kejadian.

"Kejadian ini terungkap setelah Tim URC melakukan penyelidikan terkait video viral hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi kedua terduga pelaku dalam video CCTV tersebut," tegasnya.

"Keduanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Beltim," sambungnya.

Polisi mengimbau agar masyarakat khususnya orang tua agar memberikan pemahaman terhadap anak-anak supaya tidak melakukan aktivitas yang merugikan orang lain, termasuk membakar hutan atau lahan.

"Kami juga mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran sembarangan mengingat saat ini masuk musim kemarau yang tentunya rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Mari kita jaga bersama, jangan sampai kejadian ini ini terulang terjadi di Bangka Belitung," tambahnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads